TribunJateng/

Harga Telur Ayam di Semarang Mulai Sentuh Rp 21.900/Kg

Selasa (16/5), harga telur ayam ras Rp 21.900 per kg. Harga ini naik Rp 2.900 dibanding awal bulan yang hanya Rp 19.00 per kg.

Harga Telur Ayam di Semarang Mulai Sentuh Rp 21.900/Kg
Tribun Jateng/rival al manaf
Seorang pedagang telur memilah butiran yang berkualitas bagus ke dalam kotak yang siap untuk dijual di Pasar Bintoro. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG --  Harga telur ayam ras di Kota Semarang bergerak naik jelang Ramadan. Dari Sistem Informasi Harga dam Produksi Komoditi (Sihati) Jawa Tengah diketahui, kenaikan harga telur ayam yang terasa sejak awal Mei berkisar antara Rp 400-Rp 1.000 per kilogram (kg).

Selasa (16/5), harga telur ayam ras Rp 21.900 per kg. Harga ini naik Rp 2.900 dibanding awal bulan yang hanya Rp 19.00 per kg. Kenaikan harga telur ayam ini tak hanya terjadi di Kota Semarang.

Di beberapa kota satelit di sekitar Kota Semarang, kenaikan harga telur ayam juga mulai terasa. Bahkan, di Demak dan Kudus, harga rata-rata telur ayam ras pada Selasa (16/5), menyentuh Rp 22.000 per kg.

Kenaikan harga bahan pokok di Kota Semarang juga terjadi pada daging ayam ras. Jika awal Mei harga daging ayam ras tercatat Rp 28.400 per kg, Selasa (16/5), harga daging ayam mulai menapak di angka Rp 30.600 per kg.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mensuri mengatakan, stabilitas harga pangan menjelang Ramadan hingga Idul Firti ditentukan ketersediaan pasokan dan kelancaran proses distribusi bahan pokok.

Menurutnya, meski telah diantisipasi, gejolak harga pangan jelang Ramadan dan Lebaran menjadi persoalan yang belum bisa diselesaikan pemerintah.

"Faktor permintaan yang tinggi memang cukup berperan atas kenaikan harga. Namun, faktor tersebut tidak diimbangi ketersediaan stok yang mencukupi, akan terjadi kelangkaan bahan pokok yang menyebabkan kenaikan harga tak terkendali," jelasnya, Selasa (16/5).

Untuk itu, Ikappi menyarankan beberapa hal agar pemerintah bisa mengendalikan harga bahan pokok.

"Pertama, validitas data. Kementerian Pertanian harus memastikan stok bahan pokok ini tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Data-data tersebut harus diungkap ke publik dan tentu harus bisa di pertanggungjawabkan," kata Mansuri.

Kemudian, memangkas rantai distribusi dan memastikan seluruh elemen yang dapat mengganggu proses distribusi pangan bisa ditanggulangi. "Bila stok pangan tersedia, hal itu tidak serta-merta menjamin harga pangan bisa terkendali. Pada fase inilah proses distribusi pangan memiliki peran vital," lanjutnya.

Menurutnya, faktor yang dapat mengganggu proses distribusi pangan tak hanya panjangnya rantai distribusi tetapi juga buruknya infrastruktur dan faktor cuaca. "Memantau kenaikan harga di pasar-pasar sama sekali tidak efektif apabila ternyata, masalah di sektor hulu, yaitu ketersediaan stok pangan dan proses distribusi ini diabaikan," ujarnya. (nal/kpc)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help