TribunJateng/

Mudik Lebaran 2017

Inilah Tips Bila Mobil Anda Mogok Saat Mudik Lebaran

Problem mesin yang tiba-tiba mati pernah dialami Septiono (26), warga Sadewo, Kota Semarang, baru-baru ini.

Inilah Tips Bila Mobil Anda Mogok Saat Mudik Lebaran
tribunjateng/humas polres rembang
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Problem mesin yang tiba-tiba mati pernah dialami Septiono (26), warga Sadewo, Kota Semarang, baru-baru ini. Saat itu, Taruna Efi tahun 2003 miliknya melaju normal. Namun, setelah menempuh perjalanan sekitar satu kilometer, mendadak dapur pacu kendaraannya loyo hingga akhirnya tak lagi menyala.

“Awalnya mobil saya parkir di tempat yang terpapar sinar matahari langsung. Kemudian saya gunakan berkendara dan tiba-tiba central lock naik-turun seperti terjadi konsleting. Setelah itu, tanda check engine pada indikator di dalam mobil menyala berwarna kuning, padahal mobil masih bisa melaju. Sempat panik, karena mobil mati tiba-tiba di tengah jalan,” kata pria karyawan swasta itu, Selasa (16/5).

Kemudian langkah awal yang dilakukan Tio, demikian sapaan akrabnya, mendorong mobil ke bahu jalan. Lalu, mesin dicoba dinyalakan berulang kali. Usaha tersebut tak membuahkan hasil, dan mesin mobil tak kunjung hidup.

Pada awalnya, Tio mengira kendaraannya mengalami overhead karena saat kabin mobil dibuka, suhu mesin terasa sangat panas. Namun, setelah ditunggu sekian lama dengan maksud mendinginkan mesin Taruna Efi2003 warna biru navy miliknya itu, kemudian Tio kembali mencoba menyalakan mesin mobilnya, tetapi tetap masih enggan menyala.

“Saya coba membuka kabin mobil dan mengecek radiator, ternyata air radiator juga masih ada. Saya akhirnya memanggil teknisi sebuah bengkel tempat biasa saya memmbetulkan mobil,” bebernya.

Hadi, nama teknisi bengkel yang sering Tio sambangi mengatakan, dirinya telah melakukan pengecekan di berbagai komponen mesin milik Tio. Yakni, mulai dari ketersediaan oli mesin, kondisi aki, hingga pompa bensin.

“Ternyata saat di cek, oli mesin kering. Pomba bensin dalam kondisi masih bagus, tapi setelah berbagai komponen tersebut saya benarkan, mesin masih belum mau menyala,” ujarnya.

Hadi menduga, problem mati mesin pada kendaraan bekas yang dibeli Tio enam bulan lalu itu disebabkan karena kerusakan Electronic Control Unit (ECU). Namun, karena tidak memiliki alat yang memadai, akhirnya mobil dirujuk ke bengkel yang lebih besar, di daerah Jl Imam Bonjol Semarang.

Bermasalah

Setelah dirujuk, ke Bengkel Wibowo Motor, dijelaskan oleh teknisi bengkel tersebut, Handri Pamungkas, pengecekan awal kali ini lebih ditekankan pada kondisi arus listrik. Berdasarkan pengamatan awal, ternyata ada indikasi arus injeksi mengalami masalah, sehingga berimbas pada arus listrik di mobil tersebut.

“Memang penanganan awal harus dilakukan kontrol secara menyeluruh pada sistem injeksi mobil tersebut. Misalnya, mulai dari cek aki, kemudian starter pada ECU, karena ECU sendiri bersifat sebagai otak sensor yang menyebabkan semua komponen yang bekerja dengan sensor mau berfungsi. Arus juga dilakukan cek, karena arus ini yang mampu membuat sensor bekerja, kemudian disalurkan ke ECU atau Engine Control Modul (ECM). Dari ECU, kemudian disalurkan lagi ke aktuator, yang memang membuat beberapa sistem mampu bekerja, bila ada salah satu yang tidak berfungsi, maka akan membuat daya kerja mobil akan kurang maksimal,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, sebenarnya ketika ECU tersebut mengalami kerusakan, maka beberapa sistem pada mobil tersebut akan terganggu. Misalnya, membuat mesin tidak bisa hidup, membuat mesin mobil menyendat, bahkan membuat tenaga mesin menjadi turun.

“Memang ada beberapa penyebab rusaknya ECU, biasanya disebabkan karena kualitas komponen dari ECU tersebut, walaupun kemungkinannya kecil, namun untuk ECU pada mobil yang telah berumur lebih dari 10 tahun, hal ini bisa terjadi, terutama pada komponen kapasitor dan resistornya. Kemudian, penambahan aksesoris yang tidak benar, sehingga menyebabkan suplai tegangan dan arus pada ECU akan berkurang. Terendam air, bisa karena banjir atau dicuci pada bagian mesin, juga akan membuat sistem injeksi pada mesin menjadi tidak berfungsi,” katanya.

Ia pun menegaskan, jika memiliki mobil berinjeksi, mestinya sumber kelistrikan memang harus dijaga dengan baik oleh pemilik kendaraan. Meski sudah terlindungi sistem tersebut, namun beberapa penyebab memang bisa menyebabkan arus listrik pada mobil injeksi bisa bermasalah.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help