TribunJateng/

Ridwan Sururi: Saya Telah Berniat Mengabdi Lewat Kuda Pustaka

Ridwan Sururi, pemilik kuda pustaka asal Purbalingga salah satu tamu kehormatan Presiden Jokowi saat peringatan Hari Pendidikan Nasional

Ridwan Sururi: Saya Telah Berniat Mengabdi Lewat Kuda Pustaka
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Ridwan Sururi memandikan Luna, kuda yang jadi ikon Kuda Pustaka Gunung Slamet di rumahnya di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga, Rabu (10/5/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Ridwan Sururi, pemilik kuda pustaka asal Purbalingga salah satu tamu kehormatan Presiden Jokowi saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, beberapa waktu lalu. Sururi pun kian bersemangat mengampanyekan budaya literasi.

Nafas Ridwan Sururi agak tersengal. Langkah kakinya terlihat berat saat melewati medan tanjakan pegunungan, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Ia sambil menuntun Luna, kuda betina putih yang memikul beban rak kayu berisi buku. Sementara putra kecil Sururi, ceria menaiki punggung kuda.

Sejumlah bocah menyetop mereka di tengah jalan. Luna meringkik. Sururi menepuk leher kuda itu untuk menenangkannya. Beberapa ibu rumah tangga ikut datang mengerumun. Mereka memilah buku dari rak yang digendong Luna, sambil iseng mengelus badan kuda bonsai tersebut. "Anak-anak sukanya buku dongeng, ibu-ibu suka buku resep makanan dan kerajinan tangan. Kuda Pustaka punya 7 ribuan buku yang siap dipinjam," kata Ridwan Sururi, Rabu (10/5).

Ridwan Sururi bersiap membawa kuda pustaka miliknya berkeliling di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Selasa (9/5/2017).
Ridwan Sururi bersiap membawa kuda pustaka miliknya berkeliling di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Selasa (9/5/2017). (TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI)

Sururi tak rela budaya literasi bangsa Indonesia disebut lemah. Ia meyakini, masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan justru haus terhadap buku. Masalahnya justru, kata Sururi, masyarakat sulit mengakses buku karena keterbatasan sarana, maupun lokasi perpustakaan yang jauh.

Sebagian warga terkendala waktu sehingga tak sempat berkunjung ke perpustakaan. "Mereka yang bilang minat baca orang Indonesia tidak pernah turun ke lapangan. Saya yang merasakan sendiri, tidak seperti itu," katanya

Terbukti, melalui kreativitas kuda pustaka, animo warga desa untuk membaca cukup tinggi. Dalam sekali jalan, rata-rata sekitar 200 judul buku yang Sururi bawa habis dipinjam warga. Sururi sengaja memakai kuda sebagai medium untuk mengampanyekan budaya baca. Kuda disebutnya kendaraan paling cocok untuk mengangkut pustaka. Binatang itu mampu menerobos medan gunung yang susah dilalui kendaraan bermotor.

Selain itu, kuda pustaka mampu memancing simpati warga, terutama anak-anak untuk mendekat karena tertarik keunikannya. "Anak-anak suka dengan kuda, mereka akan mendekat dan penasaran dengan apa yang dibawa. Setelah melihat sampul buku, mereka akan penasaran membaca isinya. Di situ minat baca mereka tumbuh, sederhana," katanya.

KISAH Sururi, Pemilik Kuda Pustaka Naik Turun Gunung Pinjami Buku yang Mendunia
KISAH Sururi, Pemilik Kuda Pustaka Naik Turun Gunung Pinjami Buku yang Mendunia (tribunjateng/khoirul muzaki)

Dua hari sekali

Minimnya akses buku di desa membuat Sururi bergairah mengembangkan perpustakaan yang ia rintis sejak tahun 2014. Buku jendela dunia. Melalui buku, pria tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu berharap, anak-anak pelosok kampung bisa memandang dunia lebih luas.

Sururi rela mengabdikan separuh waktunya untuk menjalankan kuda pustaka. Dua hari sekali, ia menyusuri desa-desa untuk memburu pembaca. Selain waktu itu, ia memanfaatkannya untuk mencari nafkah dan berkumpul keluarga.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help