TribunJateng/

6 Bulan Sebelum Ditemukan Tewas di Hotel, Mutoharoh Pisah Ranjang dengan Suami . . .

Mutoharoh merupakan korban pembunuhan di Hotel Rejo Podomoro, Kabupaten Pekalongan pada Rabu (17/5/2017) kemarin

6 Bulan Sebelum Ditemukan Tewas di Hotel, Mutoharoh Pisah Ranjang dengan Suami . . .
Tribun Jateng/Muh Radlis
Pelaku pembunuhan Mutoharoh. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Keluarga Mutoharoh (22) warga Pemalang, meminta agar pelaku dihukum mati.

Mutoharoh merupakan korban pembunuhan di Hotel Rejo Podomoro, Kabupaten Pekalongan pada Rabu (17/5/2017) kemarin.

Pelakunya tak lain adalah temannya sendiri yang bernama Vicky Imam Setyawan alias Slamet (21).

Kakak korban, Sigit Fritriono, mengatakan, keluarga berharap pelaku mendapat hukuman mati.

"Nyawa dibalas nyawa. Saya tidak terima adik saya dibunuh, pelaku harus dihukum mati," kata Sigit, Kamis (18/5/2017).

Sigit mengaku tidak mengenal siapa pelaku. Dia tidak asing dengan wajah pelaku lantaran satu desa.

"Satu desa tapi beda dukuh. Saya hanya tahu wajahnya saja," katanya.

Di mata keluarga, korban merupakan sosok pendiam dan tidak banyak tingkah. Sehari harinya sebagai ibu rumah tangga lantaran suami korban bekerja di Jakarta dan sudah pisah ranjang.

"Sekitar enam bulan lalu pisah ranjang, jadi sehari-hari hanya ngurus anaknya umur satu tahun. Rutin juga antar jemput keponakannya ke sekolah," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mayat perempuan diduga korban pembunuhan ditemukan di dalam kamar Hotel Rejo Podomoro, Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/5/2017) malam.

Mayat tanpa identitas tersebut diduga dibunuh oleh seorang pria yang menemaninya masuk ke dalam hotel.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jateng, di tubuh korban ditemukan beberapa luka lebam di mata kiri dan tangan kanan.

"Ada luka di mata kiri, yang jelasnya masih dalam penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto, Rabu (17/5/2017) malam. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help