TribunJateng/

Ramadan 2017

Harga Bawang Langsung Turun Menjadi Rp 25 Ribu setelah ada Penggerebekan di Gudang

Harga Bawang Langsung Turun Menjadi Rp 25 Ribu setelah ada Penggerebekan di Gudang di daerah Marunda, Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat

Harga Bawang Langsung Turun Menjadi Rp 25 Ribu setelah ada Penggerebekan di Gudang
Tribun Jateng/dok
FOTO DOKUMEN Seorang pekerja menurunkan bawang putih impor dari armada truk kontainer di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Kamis (12/9/2013). 

TRIBUNJATENG.COM, BEKASI - Kementerian Pertanian dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek gudang penimbunan bawang putih di daerah Marunda, Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/5).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bawang putih yang ditimbun mencapai 182 ton. Penggerebekan ini dilakukan seiring dengan lonjakan kenaikan bahan pangan, di antaranya bawah putih di pasaran.

Amran menyebut, gudang tersebut milik perusahaan importir besar bernama PT Tunas Perkasa Indonesia (TPI). "Saya mendapatkan informasi, lalu berkoordinasi dengan polisi melakukan penyelidikan selama tiga hari. Hasilnya, kita tangkap, Rabu, subuh tadi," ujarnya.

Harga bawang putih di pasar, sambung Amran, menyentuh Rp 45.000 per kilogram di Jakarta. Kondisi ini telah berlangsung selama sepekan. Di Jateng, harga bawang putih bahkan berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 60.000. "Setelah digerebek, kita langsung operasi pasar. Tadinya, harga berada di kisaran Rp 45.000, terus turun Rp 38.000. Sekarang sudah Rp 25.000 di Pasar Kramat Jati," tutur Amran.

Ia mengingatkan, jangan ada pihak-pihak yang mencoba menimbun dan mempermainkan harga kebutuhan pokok lainnya jelang puasa. Ia memastikan, Satgas Pangan yang telah dibentuk akan langsung bergerak cepat untuk mengusutnya. "Kuat dugaan ini mengarah ke kartel. Kami menyerahkan penyelidikan selanjutnya kepada polisi agar ditindak pidana," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Pengendalian Harga Bahan Pokok dan Makanan Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya menjelaskan temuan penimbunan 182 ton bawang putih berawal dari info Kementerian Pertanian dua hari lalu.

Satgas yang berada di tingkat Polres, Polda dan Mabes serta sinergi dari sejumlah lembaga dan kementerian, seperti KPPU dan Bulog ini kemudian segera menindak tegas perusahaan yang mengimpor bawang putih kemudian didistribusikan melalui Surabaya dan Medan. "PT TPI tidak hanya memasok dari Surabaya saja, tetapi juga dari Medan. Kita tahu di situlah kita dapatkan gudang menimbun termasuk ada truk yang baru masuk dari Medan," kata dia.

Ada pun PT TPI akan dicabut perizinan impornya dari Kemendag dan tidak lagi mendapatkan rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, Satgas Pangan dibentuk untuk memerangi kartel pangan seperti beras, cabai, bawang dan pangan lainnnya. Kartel mengakibatkan harga pangan tidak terkendali sehingga menyengsarakan masyarakat. "Tadi bawang yang ditemukan ada sebanyak 182 ton. Ini bisa memengaruhi harga bawang jelang bulan Ramadan, " tegas Syafruddin.

Lebih jauh Syafruddin mengimbau para kartel dapat menghentikan kegiatannya yang merugikan masyarakat. "Kalau tidak dihentikan maka akan berhadapan dengan hukum," kata Syafruddin.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help