TribunJateng/

Laporan Humas Polres Batang

NAIF, Pamong Desa Ini Dalangi Penculikan Perempuan, Raup Uang Tebusan Rp 300 Juta

NAIF, Pamong Desa Ini Dalangi Penculikan Perempuan, Raup Uang Tebusan Rp 300 Juta. Dari 8 pelaku penculikan sudah 6 diringkus Polres Batang

NAIF, Pamong Desa Ini Dalangi Penculikan Perempuan, Raup Uang Tebusan Rp 300 Juta
tribunjateng/humas polres batang
Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono tunjukkan enam tersangka penculikan perempuan disertai pemerasan, Rabu 17 Mei 2017 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Polres Batang meringkus enam pelaku tindak pidana penculikan dan pemerasan di Desa Pasusukan Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang Jateng.

Salah satu pelaku yang mendalangi aksi kejahatan tersebut adalah seorang perangkat desa di wilayah Kecamatan Bawang.

"Tindak pidana penculikan yang disertai pemerasan dilakukan oleh delapan orang pelaku yaitu TR, R, J, KS, NH dan MK. Sementara A dan H masih buron (DPO). Dimana aktor intelektualnya seorang Pamong Desa di wilayah Kecamatan Bawang yakni TR yang dibantu tujuh rekanya," kata Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, Rabu 17 Mei 2017.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono tunjukkan enam tersangka penculikan perempuan disertai pemerasan, Rabu 17 Mei 2017
Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono tunjukkan enam tersangka penculikan perempuan disertai pemerasan, Rabu 17 Mei 2017 (tribunjateng/humas polres batang)

Kejadian penculikan hari Minggu 2 April 2017 dinihari.

Kasatreskrim Polres Batang AKP Suhadi dan Kasubbaghumas AKP Warsito saat gelar perkara di Halaman Sat Reskrim Polres Batang memaparkan, penculikan ini direncanakan di Alun-alun Limpung Sabtu 1 April 2017 sekitar pukul 23.00 WIB.

Tiga jam kemudian (Minggu dinihari) 2 April, kelima tersangka melakukan eksekusi dengan menggunakan mobil minibus untuk mengecek rumah korban. Setelah situasi aman pelaku mengetok pintu rumah korban yang dibuka oleh ibu korban.

"Empat tersangka masuk rumah setelah ibu korban membukakan pintu. Salah satu tersangka yaitu NH menuju kamar korban LY (32) dan langsung menodongkan senjata mainan (korek api yang menyerupai pistol) ke arah kepala korban," ujar AKBP Juli Agung Pramono.

Waktu itu tersangka mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Metro Jaya. Lalu korban dibawa ke dalam mobil dan diikat tanganya menggunakan tali plastik dan ditutup matanya serta mulutnya dilakban.

Korban dibawa ke Brebes untuk bermalam di sebuah hotel.

Keesokan harinya korban dibawa kembali ke Batang menuju ke rumah makan di wilayah Kecamatan Gringsing. Tersangka menelpon keluarga korban untuk meminta uang tebusan kepada keluarga korban.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help