TribunJateng/

Ribuan Penari Sambut Bupati Enthus dan Pejabat Kabupaten Tegal

Mereka mempertunjukan Tari Guci bersama- sama di halaman Kantor Pemerintahan dan DPRD Kabupaten Tegal di Kecamatan Slawi

Ribuan Penari Sambut Bupati Enthus dan Pejabat Kabupaten Tegal
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Ribuan penari yang merupakan pelajar Sekolah Dasar di Kabupaten Tegal meriahkan puncak rangkaian acara HUT ke-417 Kabupaten Tegal, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI - Ribuan penari yang merupakan pelajar Sekolah Dasar di Kabupaten Tegal meriahkan puncak rangkaian acara HUT ke-417 Kabupaten Tegal, Kamis (18/5/2017).

Mereka mempertunjukan Tari Guci bersama- sama di halaman Kantor Pemerintahan dan DPRD Kabupaten Tegal di Kecamatan Slawi.

Tarian yang diperagakan sekitar 1.700 siswa SD itu sebagai prosesi penyambutan kirab bupati, wakil bupati serta pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tegal yang lain.

Iring- iringan kirab dimulai dari Rumah Dinas Bupati Tegal yang berjarak sekitar satu kilometer dari kantor pemerintahan.

Seorang pelatih tari yang juga panitia acara, Siti Hajar mengatakan Tari Guci terinspirasi dari cerita di Desa Guci yang terkenal dengan objek wisata pemandian panasnya.

"Tarian ini menggambarkan gadis- gadis yang sedang mandi di pancuran air panas Guci di lereng Gunung Slamet," ucapnya.

Ia melanjutkan, gerakan tari juga menggambarkan gerakan para gadis yang mengambil air dengan guci atau tembikar.

Kemudian, guci itu diletakan di atas kepala untuk dibawa pulang.

Para peserta, kata dia, merupakan siswa SD yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Tegal.

"Tarian ini juga sebagai sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Kabupaten Tegal memiliki wisata alam yang indah dan nyaman," ujarnya.

Meski baru belajar Tari Guci selama dua bulan, ribuan siswa SD itu tampak lincah mempertunjukannya.

Mereka juga tampak senang dan ceria.

"Tidak susah sih. Baru latihan dua bulan. Sebelumnya tidak bisa," kata seorang anak peserta tari, Aisyah Samratul Alawiyah. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help