TribunJateng/

Rumah Mbah Mun Masih Berdiri di Tengah Proyek Tol. Bukan Soal Uang, Tapi Ini yang Bikin Ia Bertahan

Sebuah rumah bercat putih masih kokok berdiri di tengah proyek pembangunan tol Batang - Semarang

Rumah Mbah Mun Masih Berdiri di Tengah Proyek Tol. Bukan Soal Uang, Tapi Ini yang Bikin Ia Bertahan
Tribun Jateng/dini
Rumah Makmun Abdullah (75), warga Desa Sambongsari Rt 1 Rw 4, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal yang bertahan di tengah proyek tol Batang Semarang, Kamis (18/05/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebuah rumah bercat putih masih kokok berdiri di tengah proyek pembangunan tol Batang - Semarang. Seorang kakek berkaus hijau nampak membersihkan debu-debu yang melekat di ubin, Kamis (18/05/2017)

Makmun Abdullah (75), warga Desa Sambongsari Rt 1 Rw 4, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal memilih bertahan meski rumah yang berada disekitarnya sudah rata dengan tanah.

Bahkan, jembatan layang tol Semarang Batang pun sudah berdiri di sebelah rumahnya.

Laki-laki yang akrab disapa mbah Mun tersebut bertahan dan menolak ganti rugi karena proses pembayaran yang tidak sesuai.

Makmum Abdullah duduk diteras rumahnya yang masih berdiri Desa Sambongsari Rt 1 Rw 4, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal  Semarang,  Kamis (18/05/2016)
Makmum Abdullah duduk diteras rumahnya yang masih berdiri Desa Sambongsari Rt 1 Rw 4, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal Semarang, Kamis (18/05/2016) (Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum)

Mbah Mun mempermasalahkan luas tanah yang ditetapkan tidak sesuai dengan sertifikat tanah yang dimiliki. Di sertifikat tertulis luas tanah yang dimiliki Mbah Mun 300 meter persegi namun dalam pengukuran tanah tersebut hanya 260 meter persegi.

"Saat pengukuran tanah pertama kali, saya tidak diberitahu hanya dikasih tahu hasilnya, lha saya minta ukur ulang tapi hasil yang keluar dan ditetapkan pengukuran pertama, " jelasnya.

Tidak hanya luas tanah yang berkurang, Mbah Mun juga mempersoalkan luas bangunan yang juga berkurang 20 meter persegi, sebaliknya rumah tetangga yang berada di sebelah kiri justru luasnya bertambah.

Pemilik rumah sebelah sudah terima ganti rugi dan pindah.

“Saya akan tetap bertahan meski dibongkar paksa karena ini tidak adil, " tegasnya.

Halaman
12
Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help