TribunJateng/

25 UKM Kota Semarang akan Ikuti Tong Tong Fair di Den Haag Belanda

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan sebanyak 25 Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Semarang akan menampilkan berbagai produk

25 UKM Kota Semarang akan Ikuti Tong Tong Fair di Den Haag Belanda
tribunjateng/khoirul muzaki
Meriah, Batursari Pamerkan 25 UMKM di Tribun Festival Semarangan di Pucanggading, Sabtu 21 Mei 2016 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang akan bergabung kali pertama di Tong Tong Fair (TTF) ke-59 di Den Haag Belanda, 25 Mei-8 Juni mendatang. TTF merupakan festival tahunan terbesar di dunia untuk budaya Indonesia.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan sebanyak 25 Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Semarang akan menampilkan berbagai produk di antaranya batik, kebaya, tas, kuliner, dan kerajinan tangan.

"Keikutsertaan Kota Semarang untuk mengenalkan produk-produk UKM ke luar negeri. Saya dan Pak Walikota sedang gencar-gencarnya berupaya produk-produk UKM bisa menembus pasar luar negeri. Salah satunya di Tong Tong Fair," ujar Ita, sapaan akrab Hevearita, Jumat (19/5/2017).

Selain itu, lanjut Ita, TTF menjadi ajang mempromosikan pariwisata Kota Semarang terutama Kota Lama.

"Little Netherland Kota Lama ada kaitannya dengan orang-orang Belanda. Kami juga akan membuat leaflet terkait Kota Lama dengan menceritakan dari sisi sejarah sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan dari Belanda," ujarnya.

Ita juga akan memanfaatkan waktu selama di Belanda untuk mencari informasi terkait data-data sejarah mengenai Kota Lama untuk mendukung penetapan warisan budaya dunia Unesco.

"Semoga data-data itu bisa kami dapatkan. Banyak aspek yang bisa kami dapatkan di Belanda," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Litani Setyawati mengatakan keikutsertaan di TTF merupakan program keberlanjutan dari Semarang Introducing Market (SIM).

"SIM sebagai ajang pengenalan produk UKM tidak hanya di dalam negeri namun juga luar negeri. Pengenalan produk di luar negeri agar UKM Kota Semarang go internasional," ujarnya.

Di dalam negeri, lanjut Lita, pengenalan produk UKM digelar SIM bersamaan Festival Banjir Kanal Barat,18-20 Mei 2017.

Lita mengatakan tiap tahun muncul produk baru tiap UMKM sehingga keberadaan SIM diharapkan produk-produk UKM di Kota Semarang semakin dikenal. "Ketika sudah mengenal, masyarakat kemudian membeli, membela, menggunakan, lalu bangga dengan produknya," ujarnya.

Litani menyiapkan 120 stan yang diisi sekitar 300 produk UKM di Kota Semarang. "Ada berbagai produk UKM dari makanan, sayuran, minuman, hingga pakaian. Kami minta tiap kecamatan untuk mengangkat potensi UMKM di sana," ujarnya.

Hingga kini, ada 8.644 UMKM yang telah mengantongi ijin. Litani menyebut terjadi peningkatan lebih dari 100 persen dengan adanya program program Ijin Usaha Mikro Melalui Online atau disingkat Ijus Melon dan Kredit Wibawa.

"Awal tahun hanya 3.000an UMKM yang memiliki IUMK. Sekarang mencapai 8.644. Untuk yang sudah mengajukan Kredit Wibawa ada 600an dan saat ini dalam tahap verifikasi dan sekitar 60 persen sudah cair. Namun 49 UMKM kena black list," ujarnya.(*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help