TribunJateng/

Alfamart Melatih 100 Pedagang Tradisional di Pemalang

Sedikitnya 100 pedagang mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) di Kantor Bupati Pemalang

Alfamart Melatih 100 Pedagang Tradisional di Pemalang
tribunjateng/raka f pujangga/ist
JUNAIDI - Bupati Pemalang, Junaedi memberikan sambutan saat pembukaan pelatihan pedagang tradisional oleh Alfamart, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Sedikitnya 100 pedagang mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) di Aula BKD Komplek Kantor Bupati Pemalang, Kamis (18/5/2017).

Membuka kegiatan tersebut, Bupati Pemalang, Junaedi mengimbau, para pedagang kelontong tradisional maupun pedagang UMKM Produksi untuk menjadikan usahanya terus berkembang.

"Pemerintah mendukung aksi perusahaan swasta dalam mengakomodasi pedagang untuk lebih berkembang. Namun yang terpenting adalah kesadaran dan keinginan pelaku usaha," katanya, dalam rilisnya, Jumat (19/5/2017)

Sinergi yang baik itu, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai pihak

"Baik pedagang tradisional maupun UMKM serta toko modern, keduanya bisa sama-sama berkembang dan berkontribusi positif pada perekonomian bangsa," terangnya.

Deputy Branch Manager Alfamart Semarang, Supriyanto mengatakan, pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM Pedagang Kelontong dan Produksi digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.

"Tujuannya, mengajak para Pedagang Tradisional dan UMKM Produksi khususnya yang juga untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional serta ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan keduanya harus bersinergi," jelas dia.

Bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional yakni melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA).

Program tersebut dijalankan dalam dua bentuk, yakni memberi pelatihan manajemen ritel dan menyediakan layanan pesan antar barang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA.

"Selain itu, juga ada bedah warung yang dijalankan bagi member terpilih," jelas dia.

Hal itu sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil.

"Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel modern agar memiliki daya saing," imbuh Supriyanto.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen ritel modern ini antara lain, tentang manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), serta tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help