TribunJateng/

Basarnas Jateng Latih Operator Pengelola Wisata Selamatkan Korban Laka Air

Basarnas Jawa Tengah mengajarkan ilmu penyelamatan korban laka air kepada 36 peserta pelatihan, Jumat (19/5/2017) di kawasan Pantai Marina.

Basarnas Jateng Latih Operator Pengelola Wisata Selamatkan Korban Laka Air
tribunjateng/hermawan handaka
Basarnas Jawa Tengah mengajarkan ilmu penyelamatan korban laka air kepada 36 peserta pelatihan, Jumat (19/5/2017) di kawasan Pantai Marina. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Basarnas Jawa Tengah mengajarkan ilmu penyelamatan korban laka air kepada 36 peserta pelatihan, Jumat (19/5/2017) di kawasan Pantai Marina.

Para peserta terdiri dari perwakilan pengelola wisata air se-Jawa Tengah. Cilacap, Rembang, Kebumen, Brebes, serta Pekalongan.

Materi yang diajarkan meliputi olah gerak perahu karet, pengoperasian motor tempel (mopel), dan pertolongan korban laka air secara langsung.

Basarnas Jawa Tengah mengajarkan ilmu penyelamatan korban laka air kepada 36 peserta pelatihan, Jumat (19/5/2017) di kawasan Pantai Marina.
Basarnas Jawa Tengah mengajarkan ilmu penyelamatan korban laka air kepada 36 peserta pelatihan, Jumat (19/5/2017) di kawasan Pantai Marina. (tribunjateng/hermawan handaka)

"Misalnya cara memanfaatkan dayung hingga pertahanan di air," kata staf Humas Basarnas, Maulana Affandi.

Ada empat kelompok peserta. Masing-masing kelompok dilatih dua instruktur penyelamatan.

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Agus Haryono berujar latihan penyelamatan korban laka air masuk progam Basarnas. Nama progam itu Community-Based SAR System.

Basarnas Jawa Tengah mengajarkan ilmu penyelamatan korban laka air kepada 36 peserta pelatihan, Jumat (19/5/2017) di kawasan Pantai Marina.
Basarnas Jawa Tengah mengajarkan ilmu penyelamatan korban laka air kepada 36 peserta pelatihan, Jumat (19/5/2017) di kawasan Pantai Marina. (tribunjateng/hermawan handaka)

"Kami latih perwakilan operator pengelola wisata air supaya mereka mengajarkan ke rekan-rekannya. Istilahnya getok-tular," ujar Agus.

Pelatihan belangsung selama empat hari, mulai tanggal 16 Mei 2017. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help