TribunJateng/

Begini Jurus Pemkot Semarang Mengadang Keberangkatan TKI Ilegal Sejak di Kelurahan

Kami bekerja sama dengan BP3TKI untuk memantau penampungan calon TKI di Kota Semarang.

Begini Jurus Pemkot Semarang Mengadang Keberangkatan TKI Ilegal Sejak di Kelurahan
CITYLAB
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal menjadi materi pertemuan Dirjen Imigrasi Rony F Sompie dengan Pemerintah Kota Semarang.

Rony diterima Wali Kota Hendrar Prihadi dan jajarannya di Balai Kota, Jalan Pemuda, Jumat (19/5/2017).

Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu mengatakan jumlah TKI sektor informal di Kota Semarang mencapai 150 orang per tahun.

Dalam mengantisipasi calon TKI ilegal, Pemkot Semarang memperketat kepengurusan keterangan kepergian ke luar negeri di tingkat kelurahan dan kecamatan.

"Upaya itu filter terdekat dalam pencegahan calon TKI ilegal. Dinas Tenaga Kerja juga menerbitkan sebuah kartu ID yang terkoneksi ke BP3TKI," ujar Ita, sapaannya.

Di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga akan ditempatkan perwakilan Imigrasi.

"Kami juga bekerja sama dengan BP3TKI untuk memantau penampungan calon TKI di Kota Semarang. Jadi ini sebuah sinergi kerja sama dalam pencegahan TKI ilegal," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help