TribunJateng/

Viral di Medsos

Dulu Kumuh, Kini Mendunia Jadi Kampung Pelangi Viral di Media Asing

Dulu Kampung Brintik di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan Kumuh, Kini Mendunia Jadi Kampung Pelangi Viral di Media Asing

Dulu Kumuh, Kini Mendunia Jadi Kampung Pelangi Viral di Media Asing
tribunjateng/galih permadi/ist
Dulu Kampung Brintik di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan Kumuh, Kini Mendunia Jadi Kampung Pelangi Viral di Media Asing 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Awalnya Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi ingin mengubah kawasan kumuh Kampung Wonosari atau dikenal Kampung Brintik di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, menjadi kawasan yang bersih dan tertata lewat program Kampung Tematik.

Hendi, demikian sapaan akrabnya, lantas mengubah kampung tersebut menjadi kampung pelangi dengan mengecat ratusan rumah dengan cat warna-warni.

Perubahan menjadi kampung pelangi lantas menjadi sorotan media internasional. Sekitar sembilan media asing menyoroti kampung pelangi yang instagramable menjadi jujukan baru wisata ke Kota Semarang.

Media asing online yang menyoroti kampung pelangi yakni Lonely Planet dengan mengambil judul A Rainbow Coloured Village in Indonesia has become an unexpected tourist attraction. Dailymail memberitakan dengan judul Indonesian Village Instagram Hit Paint Job, Buzzfeed mengabarkan This Rainbow Village is Honestly such an Instagram Dream. Media asing lain yang memberitakan kampung pelangi yakni Vogue, Good.is, Coconut, Nextshark, Elsewhere, dan BorePanda.

Dulu Kampung Brintik di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan Kumuh, Kini Mendunia Jadi Kampung Pelangi Viral di Media Asing
Dulu Kampung Brintik di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan Kumuh, Kini Mendunia Jadi Kampung Pelangi Viral di Media Asing (tribunjateng/galih permadi/ist)

Tak hanya itu, media TV asing pun ramai memberitakan pesona kampung pelangi. Salah satunya media Jerman, Ruply TV yang turut melakukan liputan langsung ke Kampung Pelangi Kamis (18/5).

Hendi mengaku senang keberadaan Kampung Pelangi mulai mendunia. Kecantikan Kampung Pelangi yang telah viral, kata Hendi, merupakan hasil kerja bersama seluruh warga masyarakat dan stakeholder Kota Semarang. “Pasar yang telah tertata apik dan cantik ini, ternyata di belakangnya terlihat pemandangan yang kurang sedap dipandang mata. Kondisi inilah yang kemudian mendorong kami menginisiasi upaya mempercantik dengan membuat Kampung Pelangi," ujarnya.

Untuk mengubah kawasan kumuh di sana, Pemkot Semarang membutuhkan dana sebesar Rp 3 miliar. "Mengingat besarnya kebutuhan serta kepemilikan rumah yang tidak semua dihuni warga kurang mampu, membuat anggaran Pemkot tak dapat masuk di sana. Maka kami berinisiatif menjadikan program penataan Kampung Pelangi dengan model partisipatif yakni menggandeng seluruh stakeholder mulai dari pengusaha cat, perbankan, industri, konstruksi, pegolf dan lainnya menyelesaikan program ini," kata Hendi.

Hendi berharap warga Kampung Pelangi sadar wisata dengan mengembangkan UKM sehingga dapat mendukung dan menghidupkan Kampung Pelangi. "Warga haru memberi pelayanan dan sambutan ramah pada wisatawan, menciptakan ide kreatif untuk menghidupkan wilayah seperti ide gembok cinta, dan menciptakan kreasi ekonomi seperti souvenir atau kerajinan tangan, kaos, gantungan kunci, dan lainnya," ujarnya.

Dengan semangat dan dukungan bersama seluruh elemen masyarakat Kota Semarang, Hendi optimistis program ini akan terus berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat.

Respon pun datang dari netizen, yang juga menanggapi keberadaan Kampung Pelangi. Pemilik akun @august_tin57 berkomentar untuk selalu menjaga keindahan Kampung Pelangi. "Udah keren gini jangan lupa kudu dijaga ya gaess... Ngingetin aja.. Biar Semarang pariwisatanya tambah maju.. #semaranghebat," tulisnya. (tribunjateng/cetak/gpe)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help