TribunJateng/

Inilah Pengakuan Pemasang Poster Garudaku Kafir di Undip Semarang

Ia menuturkan, aksi yang diketahui dilakukan oleh 5 orang pengurus BEM Fisip itu sebenarnya ingin membuat acara diskusi

Inilah Pengakuan Pemasang Poster Garudaku Kafir di Undip Semarang
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Konferensi pers yang diselenggarakan di kampus Undip Tembalang, Semarang, Jumat (19/5).Tribun jateng/akbar hari mukti 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Rektor I Universitas Diponegoro (Undip), M Zainuri menjelaskan, pemasang poster Garudaku Kafir ingin sekali memancing perhatian dengan kalimat provokatif.

Hanya saja, ia menjelaskan bahwa tidak ada niat pelaku untuk melecehkan simbol negara.

Hal tersebut ia ungkapkan pada konferensi pers terkait hal tersebut di Ruang Sidang Rektor, Kampus Undip, Tembalang, Semarang, Jumat (19/5).

"Yang bersangkutan telah menjelaskan kepada kami, tidak ingin melecehkan lambang NKRI. Masih kami selidiki," jelasnya.

Ia menuturkan, aksi yang diketahui dilakukan oleh 5 orang pengurus BEM Fisip itu sebenarnya ingin membuat acara diskusi dalam rangka berkontribusi terkait Hari Kebangkitan Nasiobal pada Sabtu (20/5).

"Kita bisa tahu di tanggal pada poster adalah 20 Mei. Namun, sayangnya kegiatan mereka tidak dilaporkan kepada BEM," jelasnya.

Padahal, lanjut Zainuri, seharusnya apapun kegiatan yang diselenggarakan di kampus, harus dilaporkan kepada BEM.

"Apalagi mereka juga pengurus di situ. Terjadi ketidakpatuhan terhadap prosedur," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini semua poster tersebut telah diamankan oleh pihak Undip.

"Ada 5 poster yang telah kami simpan sebagai barang bukti. Serta satu spanduk yang belum sempat dipasang, juga kami amankan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sanksi yang akan diberikan kepada para penempel masih harus menunggu penyelidikan internal berakhir.

"Ada sanksi ringan, sedang dan berat. Sanksi yang berat adalah skorsing selama dua semester. Masih kami lakukan penyelidikan," ujarnya.

Namun ia menjelaskan, apabila pihak polisi menemukan unsur pidana terkait poster yang ditempelkan tersebut, maka mahasiswa yang bersangkutan harus menjalani proses hukum yang berlaku.

"Apabila terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, maka otomatis harus menanggalkan statusnya sebagai seorang mahasiswa Undip," tegasnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help