TribunJateng/

Mengaku Miskin di Depan Djarot, Seorang Warga Ketahuan Belangnya Gara-gara Ini

Ketika itu, Djarot menerima warga yang mengaku tidak mampu dan ingin memiliki rusunawa

Mengaku Miskin di Depan Djarot, Seorang Warga Ketahuan Belangnya Gara-gara Ini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambangi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta, Jalan KH Zainul Airifin, Jakarta, Sabtu (8/10/2016). Dalam kunjungan tersebut wagub Djarot Syaiful Hidayat memantau kesiapan anggota dan peralatan pemadam kebakaran yang akan digunakan dalam menghadapi bencana. Wagub pun sempat bincang-bincang dengan awak DPK dengan secara santai dan dari hati ke hati. 

TRIBUNJATENG.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya akan memverfikasi dengan ketat warga yang mengaku tidak mampu dan mendaftar untuk memiliki hunian di rumah susun. 

Menurut Djarot, verifikasi diperlukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan warga.

Ia sempat heran saat melayani aduan warga di Balai Kota.

T
Djarot Saiful Hidayat (INSTAGRAM)

Ketika itu, Djarot menerima warga yang mengaku tidak mampu dan ingin memiliki rusunawa.

Namun anehnya, kata Djarot, warga itu memiliki ponsel yang cukup canggih dengan harga yang terbilang mahal.

"Makanya kami cek. Lalu soal rusun, data masuk ke kami, tetapi itu kami verifikasi ke rumahnya, bagaimana kondisinya."

"Saya lihat ada yang minta rusun tetapi HP-nya canggih iPhone," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).

Djarot mengatakan, ada juga warga yang sudah mendapatkan rusun, tetapi tidak puas dengan fasilitas yang ada seperti harga sewa yang dianggap terlalu mahal hingga lokasi unit yang dinilai tidak nyaman. 

Y
Djarot Saiful Hidayat (Net/Kolase)

Padahal, kata Djarot, masih banyak warga tidak mampu lainnya yang berharap untuk mendapatkan rusun.

"Anda tahu enggak, mereka yang enggak mampu betul dan kontrak, dia bilang ini juga enggak adil."

"Mereka yang melanggar tinggal di bantaran sungai justru dapat fasilitas, justru kami yang tertib tidak," ujar Djarot.

"Prinsip keadilannya di mana, ini yang selalu mereka sampaikan. Kalau berulang kayak begitu otomatis dong berikan penjelasan."

"Kalau sekali ini saya paham tetapi kalau sudah berulang kali, mbok ya paham," kata Djarot. (Kompas.com/David Oliver Purba)

Editor: muslimah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help