TribunJateng/

Para Mucikari Ini Tidak Terima Lokalisasi Ditutup, Sempat Ancam Wakil Bupati Tegal

Hanya 110 dari total 424 PSK yang mau menerima bantuan. Sisanya sedang diupayakan.

Para Mucikari Ini Tidak Terima Lokalisasi Ditutup, Sempat Ancam Wakil Bupati Tegal
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Umi Azizah mengecek kondisi dan situasi lokalisasi Peleman di Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI - Menjelang penutupan empat lokalisasi di pantai utara Kabupaten Tegal, ancaman datang dari para muncikari.

Mereka tidak terima tempat usahanya itu ditutup pemerintah setempat.

"Saya dan sejumlah teman sempat mendapatkan ancaman. Tapi sebelumnya sudah sering ancaman dilayangkan kepada kami," kata Wakil Bupati Tegal Umi Azizah.

Pemkab Tegal bekerjasama dengan Kementerian Sosial menutup empat lokalisasi di dua kecamatan, Kramat dan Suradadi, Jumat (19/5/2017) sore.

Tiga di antaranya berada di Kramat yaitu Turunan di Desa Maribaya, Gang Sempit di Desa Kramat, dan Wandan di Desa Munjungagung.

Kemudian Peleman di Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi.

Jumlah pekerja seks komersial (PSK) di Peleman sebanyak 208 orang, Wandan 113 orang, Gang Sempit 49 orang, dan Turunan 54 orang.

Mereka mendapat bantuan berupa alat masak atau alat penunjang wirausaha serta bantuan uang Rp 5,5 juta per orang.

Setelah menyerahkan secara simbolis bantuan untuk eks penghuni, Umi Azizah mengecek ke Peleman.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help