TribunJateng/

Para Mucikari Ini Tidak Terima Lokalisasi Ditutup, Sempat Ancam Wakil Bupati Tegal

Hanya 110 dari total 424 PSK yang mau menerima bantuan. Sisanya sedang diupayakan.

Para Mucikari Ini Tidak Terima Lokalisasi Ditutup, Sempat Ancam Wakil Bupati Tegal
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Umi Azizah mengecek kondisi dan situasi lokalisasi Peleman di Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jumat (19/5/2017). 

Dia memeriksa pintu rumah yang sudah digembok penghuninya.

Sebagian besar, bangunan rumah dan penginapan sudah digembok dari luar.

Namun, beberapa warung masih terbuka.

Sejumlah penghuni juga tampak duduk di luar.

Seorang eks-penghuni lokalisasi Peleman, Nur Janah (29), mengaku senang karena menerima bantuan.

Ia berjanji akan mengubah hidup yang lebih baik.

"Tidak mau lagi (jadi PSK). Setelah ini saya mau pulang dan membuka usaha dengan modal bantuan pemerintah," ujar warga Cilacap itu.

Kepala Dinas Sosial, Nurhayati, mengatakan hanya 110 dari total 424 PSK yang mau menerima bantuan.

Sisanya sedang diupayakan.

"Dalam melakukan pendekatan, kami melakukannya secara humanis, tidak memaksa," ucap Nurhayati.

Supaya tempat prostitusi itu tidak "hidup" lagi, aparat keamanan dari Polri dan TNI serta Satpol PP akan membangun posko di pintu masuk lokalisasi.

"Ada penjaga yang terus bersiaga hingga Desember 2017. Tujuannya mencegah kegiatan prostitusi bergeliat kembali," tandasnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help