TribunJateng/

Saat Perwakilan Mereka Bertemu Staf Kepresidenan, Warga dari 8 Desa Korban Tol Lantunkan Salawat

Sementara warga yang menunggu di luar gerbang, terus melantunkan shalawat nabi sambil menunggu hasil audiensi

Saat Perwakilan Mereka Bertemu Staf Kepresidenan, Warga dari 8 Desa Korban Tol Lantunkan Salawat
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Ratusan warga delapan desa dampak jalan tol unjuk rasa di deoan kantor bupati Kendal, Jumat (19/05/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ratusan warga dari delapan desa yang terkena proyek pembangunan tol Semarang-Batang melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Kendal, Jumat (19/05/2017).

Sebagian perwakilan delapan desa pun bertemu staf ahli kepresidenan dan Direktorat Jendral Bidang Pengadaan Tanah Kementrian Agraria dan Tata Ruang (Kemen ATR), dan tim Aprrasial di ruang operational room Kantor Bupati Kendal.

Sementara warga yang menunggu di luar gerbang, terus melantunkan shalawat nabi sambil menunggu hasil audiensi.

Dalam pertemuan warga menyampaikan beberapa keberatan dalam hal ganti rugi lahan.

Pendamping Warga Delapan Desa, Agus Surono mengatakan warga mendukung proyek nasional tersebut namun mereka hanya mempermasalahkan pelaksanaannya di lapangan yang tidak adil dan transparan.

"Dari sekian desa, tidak ada warga yang menolak Pak, cuma kami mohon terkait ganti rugi yang layak dan adil bisa terwujud jangan hanya asas saja dalam Undang-Undang, " ujar Agus.

Menurut Agus selain ganti rugi, warga juga merasa pelaksanaan di lapangan tidak manusiawi.pasalnya, saat proses masih berlangsung warga harus berhadapan dengan pengadilan.

"Seharusnya diselesaikan dengan dialog dulu seperti ini bukan tiba-tiba langsung dilimpahkan ke pengadilan, " keluhnya.

Agus juga mempertanyakan kerja tim aprrasial yang tidak transparan. Menurutnya, selama proses warga belum pernah bertatap muka dengan tim aprrasial.

"Warga selama ini tidak pernah bertemu atau kenal dengan yang namanya tim aprasial, jadi kerjanya tidak diketahui, " ungkapnya.

Sampai saat ini, proses audiensi yang ditengahi staf ahli kepresidenan masih berlangsung. (*)

Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help