TribunJateng/

Staf Kepresidenan Temukan Banyak Masalah Pembebasan Lahan Tol Semarang - Batang

Ratusan warga dari delapan desa yang terkena proyek pembangunan tol Semarang-Batang melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Kendal

Staf Kepresidenan Temukan Banyak Masalah Pembebasan Lahan Tol Semarang - Batang
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Proses audiensi korban jalan tol yang ditengahi staf ahli kepresidenan masih berlangsung di ruang operational room Kantor Bupati Kendal, Jumat (19/05/2017). 

Agus juga mempertanyakan kerja tim aprrasial yang tidak transparan. Menurutnya, selama proses warga belum pernah bertatap muka dengan tim aprrasial.

"Warga selama ini tidak pernah bertemu atau kenal dengan yang namanya tim aprasial, jadi kerjanya tidak diketahui, " ungkapnya.

Perwakilan Tim Apprasial Utik Kurniasih memaparkan, pihaknya bekerja sesuai dengan Undang-Undang 2 tahun 2012 hasil nilai pengganti wajar hasil yang diberikan di atas pasar yang menggabungkan penilaian fisik dan non fisik.

"Kami lakukan penilaian di lapangan berdasarkan data nominatif dari BPN, " katanya.

Utik menerangkan dalam penilaian juga ada klasifikasi, baik tanah, bangunan, sarana pelengkap tanaman. Dia mencontohkan harga sawah produktif dan kelas satu tentu berbeda meski luas sama.

"Nilai yang dikeluarkan tidak hanya fisik tetapi juga non fisik misalkan masa tunggu, pajak, notaris bahkan untuk sawah ada kompensasi kehilangan masa panen dua tahun. Itu kita hitung, kami lakukan sesuai prosedur tidak menaikkan atau menurunkan harga, " terangnya.

Tenaga ahli utama staf kepresidenan Usep Setiawan menyatakan pertemuan tersebut menindaklanjuti pengaduan warga terdampak Jalan tol yang datang ke Jakarta Februari lalu.

Usep ingin masalah yang disampaikan bukan hanya gosip belaka tetapi fakta.

"Sesuai instruksi Pak Jokowi pembebasan lahan jalan tol harus cepat layak, dan adil tanpa mengorbankan hak masyarakat," katanya.

Usep menyatakan pertemuan ini bukan menyelesaikan semua masalah namun ada tindak lanjut solusi selanjutnya.

Halaman
123
Penulis: dini
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help