TribunJateng/

Tim Polisi Berhasil Tangkap Kolor Ijo Usai Salat Subuh, Perawat Ketakutan Lihat Kondisi Mayatnya

“Pengejarannya seru! Dua hari dia lari dengan luka tembakan, dan kami baru tangkap setelah tim salat subuh di dekat hutan Pendolo,”

Tim Polisi Berhasil Tangkap Kolor Ijo Usai Salat Subuh, Perawat Ketakutan Lihat Kondisi Mayatnya
HANDOVER
Agus Melas selfie dekat mayat kliennya Ikbal alias Bala dikenal kolor ijo Luwu Timur. 

Pemilik akun Clara Melani Lestari menulis komentar, "kalau memang mati, tewas org... mohon d publikasi mayat x .. utk memastika."

Pemilik akun Ryan Pratama menulis komentar, "alhamdulillah klo sdh mati itu kolor ijo.. kasian keluarga istri yg di bunga didi..selalu di hantui rasa takut."

Pemilik akun Umi Hani Azizah menulis komentar, "Alhamdulillah."

Rencananya, Jumat (19/5/2017) siang ini, jenazah "Kolor Ijo", dijadwalkan akan diotopsi di Rumah Sakit Polri Bhayangkara, di Jl Mappaouddang, selatan Makassar.

Hingga pukul 22:04 wita, jenazah "Kolor Ijo" sempat disemayamkan di RSUD I Lagaligo, Wotu, Lutim.

Jurnalis Tribun Lutim, Ivan Asmar, yang berada di Wotu, semalam, juga ikut mengkonfirmasi dan mengidentifikasi jenazah "Kolor Ijo".

Ivan mengenali betul jenazah “penjahat kelamin" dari Desa Sido Agung, Kecamatan Kalaena, Luwu Timur ini, sebab selama dua bulan jalani sidang di PN Malili, dia selalu mengabadikan foto dan video terpidana mati itu.

Ikbal "Kolor Ijo", melarikan diri dari LP Gunungsari, saat dalam masa penantian eksekusi mati dari Kejaksaan Negeri Malili, di Luwu Timur.

Warga Dusun Sido Agung, Desa Sumber Agung, Kecamatan Kalaena, Luwu Timur, ditangkap Polres Luwu Timur tanggal 17 November 2015.

Selama 1,5 tahun dia meresahkan wanita di Tanah Luwu.

Ketika itu, laporan yang diterima polisi, Ikbal sudah merenggut 30 korban.

Sekitar 24 wanita diantaranya dia lukai.

Satu korbannya dilaporkan tewas.

Ikbal menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur, Selasa (12/4/2016).

Dia divonis Rabu (24/8/2016), majelis hakim PN Malili yang diketuai Khairul menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Ikbal.

Tetapi vonis mati PN Malili dibatalkan Pengadilan Tinggi (PT) Makassar.

Senin (10/10/2016), putusan kemudian diganti vonis seumur hidup.

Di Mahkamah Agung (MA), putusan vonis seumur hidup dari PT Makassar dibatalkan.

MA menjatuhkan vonis mati terhadap Bala, Senin (27/2/2017).

Trio Gunugsari

Pengejaran "Kolor Ijo" ke hutan Pendolo, berdasarkan hasil interogasi Risal alias Ichal, yang ditangkap tiga hari sebelumnya.

Trio Terpidana mati dari Gunungsari ini masuk ke hutan, setelah lima hari di Palopo dan Mangkutana.

Hanya "Kolor Ijo" yang tinggal di hutan menjaga “pondok” pelarian.

Asrul dan Ical, yang hingga saat ini masih buron, Sabtu (13/5) siang, sempat kaluar dari hutan persembunyian untuk mencari makan.

Namun, pada saat akan kembali ke dalam hutan keduanya lupa jalan.

Mereka pun terpisah.

Ical menuju Poso sedangkan Asrul tak diketahui ke arah mana.

Asrul dan Ical adalah terpidana hukuman seumur hidup dalam dua kasus pembunuhan berbeda di Makassar dan Papua.

Ketiganya bertemu di LP Gunungsari, sejak September 2016.
Mereka satu sel di Kamar 10 Blok A1, LP Gunugsari, Kecamatan Rappocini, Makassar.

Informasi yang diperoleh Tribun Timur dari lelaki AL, teman satu sel Trio Terpidana Mati Gunungsari ini, menyebut, pelarian mereka sudah dirancang sejak awal tahun 2017 ini.

Tertembak 2 Kali

Polisi dari Makassar sudah mengejar pelaku sejak, Senin (15/5/2017).

Keberdaan mereka kian jelas, mulai Rabu (17/5/2017), sekitar pukul 06.00 wita.

Berdasarkan ketrerangan Asrul, tim berangkat dari Mangkutana, dan pengembangan ke belantara hutan, lokasi persembunyian "Kolor Ijo".

Tim berjumlah 12 personel ini, sempat mendapati "Kolor Ijo" di Tenda Biro.

Namun, saat akan disergap, "Kolor Ijo" melarikan diri dan membawa sebilah parang.

Tembakan peringatan tak dihiraukan.

“Anggota (polisi) yakin sempat kena bagian punggung belakangnya, tapi masih sempat lari masuk hutan,” ujar bintara dari Mapolsek Mangkutana yang ikut pengejaran.

Namun, Kamis (18/5/2017) sekitar pukul 06.00 wita, akhirnya berhasil dikepung. Terpidana sempat menyerang petugas dengan parang, sebelum ditembak mati di bagian dada depan.

(*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help