TribunJateng/

Tribun Campus

Wagiran Raih Gelar Doktor Pendidikan Bahasa Unnes

Dia secara resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Bahasa Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Pascasarjana Unnes.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hari ini, Kamis (18/5/2017) menjadi hari membahagiakan bagi Wagiran yang merupakan dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) ini.

Dia secara resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Bahasa Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Pascasarjana Unnes.

Raihan gelar itu diperolehnya seusai berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang dilaksanakan di Gedung B Ruang 106 Pascasarjana Unnes, Kampus Kelud Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang.

Adapun disertasi yang diajukan dan diuji sebagai syarat memperoleh gelar Doktor Pendidikan Bahasa itu adalah Sistem Evaluasi Komprehensif Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama.

Dan selaku tim penilai atau penguji dalam kesempatan itu adalah sebagai ketua Achmad Slamet, penguji I Suminto A Sayuti, Penguji II Rustono, dan Penguji III Hari Bakti Mardikantoro. Sementara selaku pembimbing adalah Fathur Rokhman dan Vismaia S Damaianti.

"Secara akademis, disertasi ini terwujud berkat bimbingan ilmiah yang sangat berharga dan motivasi luar biasa dari berbagai pihak, khususnya tim promotor yang telah menyalakan kembali api semangat di saat saya berada di situasi yang tidak menguntungkan," kata Wagiran kepada Tribun Jateng, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya, ada beberapa catatan penting untuk ke depannya dapat diimplementasikan dalam pengembangan penelitian selanjutnya. Satu di antaranya tentang temuan penelitian berkaitan dengan guru bahasa Indonesia yang selama ini sekadar mengukur dan menilai hasil belajar.

"Perlu ditindaklanjuti dalam bentuk penelitian evaluasi proses dan hasil belajar. Penelitian evaluasi itu dapat difokuskan pada bagaimana melaksanakan evaluasi di awal, selama proses, dan di akhir pembelajaran," terangnya.

Setidaknya ada enam kaidah, lanjutnya, dalam sistem evaluasi komprehensif hasil belajar bahasa Indonesia yang menjadi ciri utama. Yakni evaluasi hasil belajar secara berkelanjutan hingga tindaklanjut pembelajaran.

"Lalu hasil belajar mencakup tujuan instruksional dan dampak pengiring pembelajaran. Ketiga adalah menggunakan beragam teknik penilaian, melibatkan banyak pihak untuk menentukan hasil belajar," jelasnya.

Lanjutnya, yang tidak kalah penting dan masuk dalam enam kaidah itu adalah dilakukan secara bertahap serta berkesinambungan dalam program pelaksanaan pembelajaran. Selain itu, memiliki pola penjamin, pengendalian, sekaligus penetapan mutu hasil belajar dalam pembelajaran di sekolah.

"Karena itu pula dalam disertasi tersebut, saya membuat prototipe buku panduan pendidik. Judulnya adalah Sistem Evaluasi Komprehensif Hasil Pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah direvisi, akan saya terbitkan untuk umum. Itu memuat apa yang saya teliti selama ini terkait disertasi itu," jelasnya.

Direktur Pascasarjana Unnes Achmad Slamet menerangkan, Wagiran saat ini merupakan doktor ke 269 di Pascasarja Unnes atau ke 46 di Pendidikan Bahasa Pascasarjana Unnes. Dia meraih indeks prestasi komulatif (IPK) 3,77 atau sangat memuaskan. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help