TribunJateng/

Tribun Campus

Yos Perintahkan Dekan Fisip Undip Memproses Penempel Poster Garudaku Kafir

Yos Johan Utama, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) memerintahkan Dekan Fisip Undip untuk memproses penempel poster 'Garudaku Kafir'

Yos Perintahkan Dekan Fisip Undip Memproses Penempel Poster Garudaku Kafir
Istimewa
Poster provokatif yang ditemukan di Undip. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Yos Johan Utama, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) memerintahkan Dekan Fisip Undip untuk memproses penempel poster 'Garudaku Kafir' di gedung A Fisip Undip.

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan konferensi pers kepada media terkait hal tersebut di kampus Undip, Tembalang, Semarang, Jumat (19/5).

"Perbuatan tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran akademik," jelas Yos.

Ia menuturkan, Undip akan selalu berkomitmen menjaga keutuhan NKRI dan pancasila.

"Serta menghormati pluralitas dan kebhinekaan dalam proses pembelajaran dan kehidupan kampus," jelasnya.

Ia menuturkan, seluruh civitas akademika Undip merasa sangat prihatin dan menyayangkan atas pemasangan poster dan spanduk yang dilakukan oleh mahasiswa Fisip Undip.

Konferensi pers yang diselenggarakan di kampus Undip Tembalang, Semarang, Jumat (19/5).
Tribun jateng/akbar hari mukti
Konferensi pers yang diselenggarakan di kampus Undip Tembalang, Semarang, Jumat (19/5). Tribun jateng/akbar hari mukti (Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti)

Ia menuturkan, sejauh pemeriksaan internal yang dilakukan oleh pihak kampus, pemasangan tersebut merupakan inisiatif pribadi, karena dilakukan tanpa seijin Wakil Dekan atau Dekan selaku pimpinan Fakultas.

"Ia juga memasang tanpa sepengetahuan Ketua BEM atau Senat Fisip selaku organisasi kemahasiswaan yang mengkoordinir kegiatan mahasiswa Fisip," ujarnya.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang bertanggungjawab atas pemasangan poster dan spanduk tersebut telah menghadap dirinya dan Dekan Fisip, serta meminta maaf dan menyatakan penyesalan atas perbuatannya.

"Ia sama sekali tidak menduga sebelumnya bahwa akibat dari perbuatannya menimbulkan gejolak dan rasa tidak nyaman bagi civitas akademika," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, Undip akan menghormati proses hukum apabila ditemukan unsur-unsur pidana atas perbuatan yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

"Hingga saat ini pemeriksaan di pihak internal belum selesai," jelasnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help