TribunJateng/

Ngopi Pagi

Kekerasan Vs Promoter

Dunia pendidikan kedinasan kembali dihebohkan dengan kematian siswanya akibat kekerasan fisik.

Kekerasan Vs Promoter
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jend. Pol. Tito Karnavian. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dunia pendidikan kedinasan kembali dihebohkan dengan kematian siswanya akibat kekerasan fisik. Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam, meninggal di RS Akpol, Kamis (18/5) pagi.

Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. Hasil visum menunjukkan, terdapat lebam di dada taruna tingkat dua itu.

Saat ini, polisi masih memeriksa 35 saksi berkait dengan insiden tersebut. Ada dua barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, yakni berupa kopel atau sabuk dan tongkat plastik sepanjang 20 sentimeter.

Dari luka luar, pada tubuh korban terdapat memar di dada tengah, kiri, dan kanan. Sementara menurut hasil autopsi tim medis, korban tewas akibat luka di kedua paru-parunya sehingga mengalami gagal napas dan kekurangan oksigen.

Kematian ini sontak membuat orang nomor satu di kepolisian, Jenderal Pol Tito Karnavian, sangat geram dan menyesalkan kekerasan yang berujung pada tewasnya taruna angkatan dua ini.

Alasannya beberapa bulan lalu, saat melakukan kunjungan ke Akpol, Tito menegaskan kepada taruna dan pengasuh agar menghilangkan budaya kekerasan, seperti pemukulan tidak terjadi lagi. Karena lebih banyak mudaratnya dan tidak banyak untungnya.

Ini juga sesuai dengan program promoter (profesional, modern dan terpercaya), untuk menekan budaya kekerasan yang berlebihan.

Ternyata, ini masih terjadi, maka peristiwa duka ini akan Tito jadikan momentum untuk mengubah budaya kekerasan dan mengevaluasi sistem pendidikan di Akpol. Maka dengan tegas Kapolri memerintahkan Gubernur Akpol, Irjen Anas Yusuf untuk menindak tegas dan memidanakan taruna yang terlibat atas kasus ini.

"Saya minta yang terlibat untuk dipidanakan. Saya juga minta Kapolda Jawa Tengah, untuk memproses pidana dan Propam segera turun ke Akpol," ujarnya.

Maka kasus ini harus diungkap dan semua pelakunya bila terbukti harus segera ditahan dan dipecat dari taruna Akpol, tanpa memandang siapa orangtua pelaku, meskipun dia anak seorang jenderal, misalnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help