TribunJateng/

Tribun Community

KTS Jadi Ajang Berbagi Ilmu Memelihara Burung Trucukan

Beragam pengalaman menarik dikisahkan oleh mereka. Seperti yang diungkapkan Siswanto (32) yang bergabung dengan KTS sejak awal berdiri itu

KTS Jadi Ajang Berbagi Ilmu Memelihara Burung Trucukan
hesty imaniar
Komunitas Burung Trucukan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Salam Ropel Mania menjadi penyemangat para anggota Komunitas Trucukan Semarang. Salam Ropel Mania ini menjadi sapaan bagi siapa saja yang berada di komunitas itu.

Beragam pengalaman menarik dikisahkan oleh mereka. Seperti yang diungkapkan Siswanto (32) yang bergabung dengan KTS sejak awal berdiri itu. Ia pun selalu mendapatkan pengalaman menyenangkan.

"Para anggota komunitas memiliki rasa kekeluargaan yang sangat erat, kompak, dan guyub. Meski sering beradu di gantangan, kekompakan tetap selalu terjaga," katanya, kepada Tribun Jateng, belum lama ini.

Sementara itu, Giri Widayadi (38) mengatakan, bergabung sebagai anggota KTS membuatnya menjadi lebih tahu berbagai informasi tentang peliharan burung trucukan ini. Misalnya, pria wiraswasta ini jadi mengetahui secara detail ramuan untuk mengatasi suara serak pada burung trucukan.

“Jika suara kicauan burung trucuk terasa tidak enak, misal serak, maka saya jadi tahu ramuan apa yang harus saya berikan ke burung tersebut agar suaranya kembali bagus dan tidak serak lagi,” jelasnya.

Ditambahkannya,

semua anggota komunitas, baik yang sudah berpengalaman dan belum berpengalaman, semuanya membaur menjadi satu. Mereka terbiasa berbagi tips serta trik agar burung trucukan semakin menunjukkan performa suara yang berkualitas

Ilmu mengenai burung trucukan pun dengan mudah Giri dapatkan.

“Dari KTS ini, saya juga baru tahu ternyata bunyi kicauan burung trucukan ternyata bermacam-macam, tidak hanya satu atau dua saja. Bila ada 1.000 trucukan, maka akan ada 1.000 juga karakter suara kicauan burung trucukan tersebut. Bahkan, bisa juga suara kicauan burung trucukan di tiap-tiap daerah akan berbeda-beda,” bebernya.

Anggota KTS lainnya, Surya (29) justru merasakan manfaat lain. Ia bisa mendapat tambahan ladang rizki, melalui aktivitas jual beli burung hobi itu.

“Hasilnya lumayan bisa buat tambahan rezeki keluarga saya,” ungkapnya yang telah bergabung sejak 2015.

Begitupun juga yang diungkapkan Rochadi (29). Bermula dari satu ekor burung peliharaan, kini koleksinya sudah bertambah berlipat-lipat.

“Alhamdulillah, ada rezeki bagi saya,” lengkapnya.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help