Liga Champions

Persaingan Papan Atas Liga Inggris, Ketat di Tikungan Terakhir

Setelah gelar juara dikunci Chelsea dan posisi runner-up menjadi milik Tottenham Hotspur, satu-satunya yang tersisa untuk ditunggu saat ini adalah per

Persaingan Papan Atas Liga Inggris, Ketat di Tikungan Terakhir
PAUL ELLIS/AFP
Penyerang Manchester City, Sergio Aguero (kanan), berduel dengan bek Chelsea, David Luiz, dalam partai Premier League di Stadion Etihad, Sabtu (4/12/2016). 

TRIBUNJATENG.COM - Persaingan perebutan tiket Liga Champions 2017/2018 belum selesai. Kemenangan Manchester City dan Arsenal atas lawan masing-masing pertengahan pekan lalu hanya mengubah sedikit konfigurasi di klasemen.

Setelah gelar juara dikunci Chelsea dan posisi runner-up menjadi milik Tottenham Hotspur, satu-satunya yang tersisa untuk ditunggu saat ini adalah persaingan mendapatkan tempat tersisa ke kompetisi Liga Champions. Man City, Liverpool dan Arsenal sama-sama masih berpeluang untuk saling menjegal ketika kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan lagi.

Saat ini tiket tersebut masih dikuasai Man City dan Liverpool di urutan ketiga dan keempat dengan poin 75 dan 73. Namun demikian, Arsenal siap mengintip dan menikung di pekan terakhir dengan selisih hanya tiga poin dari Man City.

Secara matematis ketiga tim masih berpeluang. Namun di antara ketiganya, City memiliki kans paling besar merebut salah satu dari dua tiket ke Liga Champions tersebut. Di pertandingan terakhirnya musim ini, Minggu (21/5), City akan bertandang ke markas tim papan bawah Watford. Sementara Liverpool akan menghadapi tim degradasi Middlesbrough di Anfield. Sebaliknya Arsenal berada di posisi paling sulit karena menjamu Everton.

Bagi City, hasil imbang di kandang Watford sudah cukup untuk memastikan posisi di empat besar karena raihan nilainya tidak akan terkejar lagi oleh Arsenal. Liverpool juga tak punya pilihan lain selain menang untuk menghindari tekanan pasukan Arsene Wenger.

Sedangkan Arsenal sendiri harus menang, sambil berharap Liverpool kalah, karena jika City yang kalah nilai keduanya akan sama dan ditentukan oleh selisih gol. Selisih gol City lebih bagus dari Arsenal, kecuali pasukan London itu menang besar di pertandingan terakhirnya musim ini.

Menurut pelatih City, Pep Guardiola, nasib timnya kini berada di tangan mereka sendiri. "Semuanya tergantung kami sendiri untuk menyelesaikan musim ini di posisi tiga. Ini hal terbaik yang bisa kami lakukan. Menyelesaikan musim ini di atas Man United, Arsenal, dan Liverpool, itu berarti banyak bagi kami. Mungkin musim depan kami bisa melakukan lebih baik lagi," kata Pep usai laga kontra West Bromwich Albion, Rabu (17/5).

Guardiola mengaku beruntung masih bisa menangani The Citizens musim depan meski ia gagal mempersembahkan gelar juara. Menurut Pep, jika ia masih berada di Barcelona ataupun Bayern Muenchen, mungkin dia sudah dipecat atas kegagalan tersebut. "Mungkin jika saya berada di klub besar lain, saya akan dipecat. Saya bahkan akan membaca semua surat kabar tentang pemecatan saya," katanya dikutip ESPN.

Sementara itu Liverpool yang di musim ini sudah absen di Liga Champions juga tidak ingin kehilangan momentum begitu saja. Jurgen Klopp selaku juru taktik memastikan akan menurunkan skuat terbaiknya melawan Middlesbrough. "Middlesbrough tidak memiliki kepentingan pada laga nanti, namun kami mempertaruhkan segalanya. Jika menang, kami pantas bermain di Liga Champions. Apabila gagal, kami belum pantas," kata Klopp seperti dikutip dari BBC.

Di sisi lain Arsenal yang menang dua gol tanpa balas atas Sunderland pertengahan pekan ini juga menolak menyerah. "Kami merebut 71 poin musim lalu dan berada di peringkat dua. Sekarang kami merebut 72 poin, dan berharap dapat 75 di akhir musim. Setelah itu kita lihat apa yang akan terjadi," papar Arsene Wenger.

"Kami sering berada di posisi seperti ini. Kami mengalami hari sulit setelah kekalahan dari Bayern Muenchen di Liga Champions, kami sulit bangkit. Tapi hal seperti itu bagus untuk tes mental dan kami meresponnya dengan sangat kuat," ucap pelatih Arsenal itu.

Andai gagal lolos, maka ini pertama kalinya tim London Utara itu tampil di Liga Europa selama 19 tahun terakhir. Kegagalan itu tentunya akan membuat posisi Wenger di Emirates kian terancam. Desakan kepadanya untuk mundur sebagai manajer dipastikan akan makin kencang.

Menurut penjaga gawang Petr Cech, ia dan rekan-rekannya memang lebih memilih tampil dalam Liga Champions. Namun, kalau pun nanti Arsenal harus turun kasta, eks penjaga gawang Chelsea ini tetap rela. "Anda tentu lebih memilih Liga Champions. Namun, bisa dilihat bahwa tim-tim besar telah memperlakukan Liga Europa dengan rasa hormat karena itu kompetisi Eropa," kata kiper berusia 34 tahun itu dilansir AS.

Satu hal menarik dari ketatnya persaingan tiga klub tersebut adalah peluang terjadinya play-off untuk penentuan peringkat 3 dan 4, meski peluang tersebut terbilang kecil karena Man City sekarang memiliki nilai 75, Liverpool (73), dan Arsenal (72).

Sesuai regulasi, peringkat klasemen Liga Primer ditentukan berdasarkan poin, agregat, dan produktivitas. Maka, jika ada tim dengan tiga syarat tersebut sama, dia dianggap memiliki peringkat sama. Namun, sesuai peraturan Manual Liga Primer (C 17) menyatakan, untuk penentuan juara, perebutan tiket Eropa (Liga Champions dan Liga Europa) serta degradasi, klub terkait (yang memiliki poin, agregat dan produktivitas sama) harus memainkan satu atau lebih pertandingan liga yang menentukan di tempat netral dengan format, waktu, serta tempat sesuai keputusan dewan direksi.(tribunjateng/cetak/tribunnews/dod)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help