TribunJateng/

Ramadan 2017

Gerabah Masih Jadi Primadona saat Dugderan

Di sekitar Pasar Johar Lama, suasana Dugderan tampak dari banyaknya stan yang menjajakan kerajinan. Satu di antaranya gerabah

Gerabah Masih Jadi Primadona saat Dugderan
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Suasana dugderan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa hari mendatang, bulan Ramadan tiba. Di Semarang ada satu tradisi menyambut datangnya bulan suci itu yakni Dugderan.

Di sekitar Pasar Johar Lama, suasana Dugderan tampak dari banyaknya stan yang menjajakan kerajinan. Satu di antaranya gerabah.

Gerabah itu terdiri dari banyak varian. Ada yang berbentuk alat masak, ada pula celengan lucu penuh warna. 

Meski zaman sudah modern. Kerajinan tradisional yang terbuat dari tanah liat itu rupanya masih menjadi primadona.

Diah Feri, warga Krobokan, Semarang, Rabu (24/05/2017) siang, tampak sibuk bersama cucunya memilih gerabah.

Ia menuturkan, gerabah yang ia beli akan diberikan kepada cucu-cucunya. Hal itu dilakukan karena sejak kecil ia sudah pasti dibelikan gerabah saat Dugderan seperti saat ini.

"Sejak kecil, setiap kali Dugderan, orangtua saya dulu pasti membelikan gerabah," kata Diah, Rabu (24/05/2017).

Dini Oktaviani, warga Wiroto, Semarang, juga memborong banyak gerabah. Satu plastik besar berisi gerabah ia tenteng.

Gerabah itu rupanya buat oleh-oleh untuk anak kakaknya yang ada di Solo.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help