TribunJateng/

Tujuh WNI Yang Ditetapkan Buron oleh Polisi Filipina, Inilah Penjelasan Polisi

Tujuh WNI yang menjadi buronan kepolisian Filipina karena diduga terlibat penyerangan kota Marawi bukan bagian 16 WNI yang kini berada di Filipina

Tujuh WNI Yang Ditetapkan Buron oleh Polisi Filipina, Inilah Penjelasan Polisi
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5/2017). Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap enam orang tersangka dari empat kasus yang berbeda yaitu kasus penyebaran konten pornografi anak secara online, penyebaran isu sara, dan penipuan online. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tujuh WNI yang menjadi buronan kepolisian Filipina karena diduga terlibat penyerangan kota Marawi bukan bagian 16 WNI yang kini berada di Filipina Selatan.

"Beda, itu beda lagi. Itu orang yang berbeda," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

 Menurut dia, 16 WNI tersebut masih berada di Filipina dan sebagian besar sudah ada di Davao.

Mereka akan segera diberangkatkan langsung ke Jakarta.

Sementara tujuh WNI yang menjadi buronan pemerinah Filipina sudah berada di Filipina Selatan sejak November 2016.

"Tapi, kalau ini adalah mereka yang masuk sudah ada di Filipina Selatan sejak November 2016, ada yang Maret, dan ada yang April 2017. Kalau yang 17 orang itu berbeda dengan ini," jelas Martinus.

Adapun 17 WNI di Filipina Selatan yang sebelumnya ramai diberitakan merupakan jemaah tabligh asal Indonesia yang datang ke wilayah Marawi secara legal untuk misi dakwah.

Seorang WNI di antaranya telah menikah dengan warga lokal dan menjadi warga setempat.

Saat ini, karena ada darurat militer di Filipina Selatan, pihak Konjen RI setempat sedang mengupayakan pemulangan 16 WNI tersebut ke Tanah Air. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help