TribunJateng/
Home »

Jawa

Tertipu Polisi Gadungan, TKW Ini Kirim 7 Kali Foto Bugil, Lalu Diperas dengan Ancaman Foto Disebar

Tak lama setelah perkenalan tersebut, korban mau saja dijadikan pacarnya meski belum pernah bertemu secara langsung.

Tertipu Polisi Gadungan, TKW Ini Kirim 7 Kali Foto Bugil, Lalu Diperas dengan Ancaman Foto Disebar
Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, MAGETAN -- Entah apa yang ada di benak perempuan yang bekerja sebagai buruh migran ini. Dia menurut saja saat diminta berfoto bugil pria yang baru dikenalnya.

Pria itu bernama Roy Martiyas Aditia (28), warga Dukuh Balongan RT14/RW2, Desa Kerik, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan.

Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Partono, kepada Surya mengungkapkan tersangka dan korban saling berkenalan melalui Facebook pada Mei 2017 silam.

Tak lama setelah perkenalan tersebut, korban mau saja dijadikan pacarnya meski belum pernah bertemu secara langsung.

"Singkat kata, setelah perkenalan itu, keduanya berikrar jadian pacaran meski belum pernah ketemu dan hanya lewat foto yang dikirim lewat facebook saja," kata AKP Partono, Minggu (11/6/2017).

Dia menambahkan, saat berkenalan melalui Facebook, tersangka mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas di Makassar.

Rupanya, identitas palsu itu membuat korbannya 'klepek-klepek' dan bersedia melakukan apa saja yang diminta oleh tersangka. Termasuk, ketika diminta mengirimkan foto bugil.

"Siapa yang tidak senang punya pacar dengan pekerjaan relatif mapan, meski belum dikenal langsung. Makanya begitu korban diminta mengirimkan foto dalam keadaan bugil, langsung dikirimi tujuh kali berturut turut," jelas AKP Partono.

Dia melanjutkan, setelah mendapat foto bugil korban, tersangka mulai melancarkan aksinya dan berpura-pura meminjam uang.

Saat meminjam, tersangka juga menyertai dengan ancaman bakal menyebarkan foto itu ke media sosial bila permintaan peminjaman uang tak dikabulkan.

"Tersangka mengancam foto bugilnya akan disebar di medsos kalau korban tidak memberi pinjaman uang. Meski tidak menentukan jumlah nominal, tapi korban cukup ketakutan," ujarnya.

"Kalau korban tidak melapor, kerugian kemungkinan akan lebih besar. Untungnya korban nekat dan tersangka bisa segera kami tangkap," kata dia. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help