TribunJateng/
Home »

Jawa

Ingat Pemerkosa Sadis di Cengkareng? Sebelum Ajalnya Tiba, Teriak-teriak Kesakitan Karena Hal Ini

Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan keji terhadap gadis berusia 13 tahun yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat, tewas oleh terjangan timah panas

Ingat Pemerkosa Sadis di Cengkareng? Sebelum Ajalnya Tiba, Teriak-teriak Kesakitan Karena Hal Ini
Istimewa
Saat ditemukan pertama kali oleh kakeknya bernama Suhada di lantai dua, korban dalam kondisi terikat tali rafia. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan keji terhadap gadis berusia 13 tahun yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat, tewas oleh terjangan timah panas polisi.

Pelaku berinisial WA diburu Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat.

 Dia diduga memperkosa, kemudian membunuh Nur Afita Puspa (13), seorang remaja putus sekolah di Cengkareng.

Pasca kejadian, WA melarikan diri.

WA berpindah-pindah tempat. Hingga, ia ditemukan di wilayah Tangerang, sepuluh hari pasca kejadian.

Saat hendak ditangkap, WA justru melawan polisi dengan menembak petugas.

"Saat ingin ditangkap, pelaku melawan dengan menembak petugas. Lalu dibalas (petugas, -red), kena dada kanan dan kirinya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Adnan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/6/2017).

WA yang merintih kesakitan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri untuk perawatan. Dalam perjalanan WA tidak terselamarkan. Jasadnya masih berada di rumah sakit.

"(Pelaku) tewas, sekarang di Rumah Sakit Polri," ujar Andi.

WA memang belum ditetapkan sebagai tersangka. Tapi, pelaku mengarah ke WA.

WA merupakan kerabat ayah korban, Karno.

WA merupakan mantan narapidana kasus pemerkosaan yang diakhiri pembunuhan.

Sabtu (3/6/2017) lalu, Afita tewas mengenaskan dengan kondisi terikat di rumahnya di Kampung Permata, Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat.

Afita ditemukan di atas tumpukan barang bekas di lantai dua tempat tinggalnya tersebut.

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help