TribunJateng/
Home »

Jawa

Begini Kronologi Anak Gugat Ibu Kandung Rp 1,8 Miliar, Dosen Unpad Ingatkan Kisah Malin Kundang

Utang piutang itu berawal saat anak Amih, Asep Rohendi, yang juga kakak Yani Suryani, terjerat kredit macet.

Begini Kronologi Anak Gugat Ibu Kandung Rp 1,8 Miliar, Dosen Unpad Ingatkan Kisah Malin Kundang
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Siti Rokayah (85) alias Amih berada di rumah anak bungsunya Leni di Muara Sanding, Kabupaten Garut, Kamis (30/3/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, GARUT - Gugatan anak dan menantu kepada ibunya sebesar Rp 1,8 miliar telah mendapat putusan di Pengadilan Negeri Garut, Rabu (14/6/2017).

Majelis hakim menolak semua gugatan Yani Suryani (45) dan Handoyo Adianto (47), suaminya, terhadap Siti Rokayah alias Nenek Amih (85).

Keputusan itu jelas disambut gembira keluarga tergugat.

Amih hingga saat ini masih tak percaya harus beperkara di pengadilan.

Semua itu berawal dari gugatan Yani Suryani, anak kandungnya, dan Handoyo, menantunya, yang merasa Amih berutang kepadanya senilai Rp 40 juta lebih.

Keduanya kemudian melakukan gugatan perdata dengan nilai ganti rugi mencapai Rp 1,8 miliar.

Utang piutang itu berawal saat usaha anak Amih, Asep Rohendi, yang juga kakak Yani Suryani, mengalami kesulitan hingga akhirnya terjerat kredit macet senilai Rp 40 juta lebih di sebuah bank pada 2001.

Saat itu, Yani membantu kesulitan Asep, sang kakak, dengan memberi bantuan senilai tunggakan kredit di bank.

Dengan syarat sertifikat hak milik (SHM) tanah dan bangunan milik Amih di kawasan Garut Kota dibaliknamakan menjadi atas nama Handoyo Adianto.

"Permintaan balik namanya ditolak pihak keluarga, tapi akhirnya Handoyo (suami Yani) tetap memberi pinjaman," kata Eef Rusdiana, salah satu anak Amih yang ditunjuk menjadi juru bicara keluarga.

Halaman
1234
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help