TribunJateng/

Jaksa Agung Sebut Hary Tanoe Tersangka, Begini Penjelasan Polisi

Jaksa Agung HM Prasetyo menyebut Hary Tanoesoedibjo telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan ancaman melalui SMS kepada jaksa Yulianto.

Jaksa Agung Sebut Hary Tanoe Tersangka, Begini Penjelasan Polisi
TRIBUNNEWS/ABDUL QODIR
Jaksa Agung HM Prasetyo menanggapi wawancara di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Jumat (16/6/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Jaksa Agung HM Prasetyo menyebut CEO MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat atau SMS kepada jaksa Yulianto.

Hal ini disampaikan Prasetyo ketika diminta tanggapan tentang pemeriksaan jaksa Yulianto oleh Bareskrim pada Rabu (14/6/2017).

"Kalau Pak Yulianto dipanggil di sana diperiksa, itu juga kewajibannya untuk hadir. Begitu pun tentunya juga dengan si tersangkanya, ya, terlapornya. Tersangkanyalah, sekarang sudah tersangka," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

"Karena sudah ditingkatkan ke tersangka, setiap kali diundang, ya, harus hadir. Itu kewajiban di undang-undang yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara yang baik," jelasnya.

Kamis (15/6/2017), Kapuspenkum Kejaksaan Agung M Rum menyatakan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara dugaan acaman jaksa Yulianto dari Bareskrim Polri.

Terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, pengusutan perkara dugaan SMS bernada ancaman dari Hary Tanoe kepada Yulianto masih di tingkat penyelidikan.

Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Ia membantah informasi yang menyebutkan bahwa Hary selaku terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka.

Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pun belum dikeluarkan oleh penyidik.

"Sampai saat ini (Hary) masih berstatus saksi," kata Martinus di kompleks Mabes Polri seperti dikutip kompas.com. (tribunnews/abdulqodir)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help