TribunJateng/

Bertekad Hancurkan Marawi untuk Tumpas Teroris ISIS, Presiden Filipina Duterte Minta Maaf

Presiden Filipina Rodrigo Duterte nyatakan kebulatan tekad menghancurkan Marawi. Tujuannya, menumpas teroris yang berkiblat ke ISIS di wilayah itu.

Bertekad Hancurkan Marawi untuk Tumpas Teroris ISIS, Presiden Filipina Duterte Minta Maaf
AFP/TED ALJIBE
Presiden Rodrigo Duterte menghibur istri seorang personel marinir yang gugur dalam pertempuran di Marawi menghadapi militan Maute. Sejauh ini, sudah 58 tentara Filipina tewas dalam baku tembak di Marawi. 

TRIBUNJATENG.COM, ILIGAN - Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta maaf karena terpaksa melakukan serangan militer ke Kota Marawi, hingga kota berpenduduk mayoritas muslim itu menjadi reruntuhan.

Duterte mengaku, tindakan itu harus dilakukan demi menghancurkan kelompok teroris yang mengaku berkiblat ke gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), yang bersarang di sana.

Selain itu, Duterte juga meyebut, serangan udara yang didukung Amerika Serikat di Marawi akan berlanjut.

Sebab, konflik di wilayah selatan negara itu sudah memasuki minggu kelima, tanpa tanda akan berakhir. Selain itu, jumlah korban pun dilaporkan telah bertambah hingga 370 orang.

"Saya sangat, sangat, sangat menyesal bahwa ini terjadi. Semoga Anda akan segera menemukan kata maaf di dalam hati Anda untuk tentara dan pemerintahan saya, dan bahkan untuk saya."

Demikian kalimat yang meluncur dari mulut Duterte dalam sebuah pidato di sebuah pusat evakuasi di Iligan, di dekat Kota Marawi, Selasa (20/6/2017).

Iligan menjadi tempat penampungan bagi warga sipil yang berhasil melarikan diri dari kepungan teroris di Marawi.

Pertempuran itu telah mengubah wajah Marawi dari pusat perdagangan yang ramai menjadi kota yang mirip wilayah perang di Irak atau Suriah.

Konflik ini berawal saat ratusan anggota teroris melambai-lambaikan bendera hitam ISIS, dan mulai mengamuk di Marawi pada 23 Mei lalu.

Mereka mulai membakar kota dan menyandera warga-warga sipil, terutama yang beragama Kristen.

Halaman
123
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help