TribunJateng/

Lebaran 2017

Ini Bahan Pangan yang Harganya Mulai Naik di Kabupaten Semarang

Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Semarang mulai naik. Selain bawang putih dan bawang merah, kenaikan harga daging ayam paling terasa.

Ini Bahan Pangan yang Harganya Mulai Naik di Kabupaten Semarang
tribun jateng/m syofri kurniawan
Pedagang menyiapkan bawang putih pesanan pelanggan di kios Pasar Johar Sementara, Kota Semarang, Selasa (2/5/2017). (ILUSTRASI) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, M Natsir, mengatakan, ada kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok jelang Lebaran.

Natsir memaparkan, kenaikan paling tinggi terjadi pada bawang putih yang menembus angka Rp 70.000 per kilogram.

"Kenaikan bawang putih sudah menembus Rp 70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 50.000 per kilogram," kata Natsir, Selasa (20/6/2017).

Natsir menambahkan, kenaikan harga bawang putih tersebut dipicu stok yang minim. "Saat ini, bawang putih masih impor sehingga harganya fluktuatif," sambung Natsir.

Menurut Natsir, saat ini, stok bawang putih di Jawa Tengah hanya mampu memenuhi 50 persen kebutuhan. 

Pihaknya berencana melakukan operasi pasar menjelang Lebaran. Namun, Natsir lebih dulu akan berkordinasi dengan Bulog (Badan Urusan Logistik) sub I Semarang di Bawen, Kabupaten Semarang, untuk memastikan ketersediaan bawang putih.

"Kami akan koordinasi dengan Bulog sebelum melakukan operasi pasar. Operasi kami lakukan sebelum Lebaran," katanya.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam kampung, yang sebelumnya Rp 65.000 per kilogram menjadi Rp 70.000 per kilogram.

Selain itu, harga bawang merah juga naik dari Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 29.000 per kilogram.

Dijelaskan Natsir, meski banyak komoditi yang mengalami kenaikan, tidak sedikit pula yang mengalami penurunan harga.

"Telur ayam ras misalnya turun dari Rp 18.000 per kilogram menjadi Rp 17.500 per kilogramnya. Cabai keriting dari Rp 18.000 per kilogram menjadi Rp 15.000 per kilogram. Rawit hijau dari Rp 27.500 per kilogram menjadi Rp 20.000 per kilogram," katanya.

Kabid Perdagangan Diskumperindag Kabupaten Semarang, Imum, mengatakan, untuk daging sapi murni, harganya masih bertahan di Rp 110 ribu per kilogram.

Solusi yang dilakukan, memasok daging beku (impor) yang harganya jauh dibawah daging sapi murni.

"Untuk daging beku Rp 80.000 per kilogram. Harga daging beku cenderung murah ketimbang daging sapi murni. Ini sebagai pilihan konsumen," tandasnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help