TribunJateng/

LIPI Dorong Jepara Hasilkan Produk Unggulan Daerah

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof Eny Sudarmonowati, mendorong setiap daerah meningkatkan nilai tambah produk di wilayahnya.

LIPI Dorong Jepara Hasilkan Produk Unggulan Daerah
istimewa
Anggota Komisi VI DPR RI, Daryatmo Mardiyanto, secara simbolis menanam ?bibit buah kelengkeng di Tahunan, Jepara, Selasa (20/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof Eny Sudarmonowati, mengatakan, sebagai negara kepulauan, ‎Indonesia dinilai belum mampu mengelola sumber daya hayati yang dimiliki menjadi komoditi unggulan.

"Kondisi inilah yang menjadi satu faktor ketertinggalan Indonesia dari negara lain," kata Sidarmonowati, dalam Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pengenalan Konservasi dan Pengembangan Potensi Daerah, di SMK Islam, Krapyak, Tahunan, Kabupaten Jepara‎, Selasa (20/6/2017).

Menurut dia, masyarakat perlu diperkenalkan ilmu pengetahuan ‎guna mendorong peningkatan nilai tambah produk yang ada di daerah.

"LIPI terus mendorong peningkatan nilai produk yang di daerah. Daerah di Indonesia ini kan punya keragaman kekayaan sumber daya yang bermacam-macam," kata dia, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng.

‎Satu di antara sekian contoh, menurut dia, LIPI pernah membantu agar gudeg Yogyakarta bisa dikemas dalam bentuk kalengan dan diekspor ke luar negeri. 

‎Turut hadir dalam kegiatan itu, anggota Komisi VI DPR RI Daryatmo Mardiyanto serta Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI, Daryatmo Mardiyanto, terjalinnya kerjasama ‎antara pemerintah daerah dan LIPI akan sangat menguntungkan semua pihak.

Daryatmo mendorong agar dana tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR, juga bisa diarahkan untuk kegiatan riset dan penyebarluasan hasilnya agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

"Kalau mengandalkan anggaran dari pemerintah, tidak cukup karena jumlahnya minim, kurang dari satu persen dari total APBN," jelasnya.

Menurutnya sektor pertanian dan maritim termasuk yang bisa diandalkan dan dapat dimasuki hasil riset. Komisi VII ingin Indonesia bisa sejajar bahkan lebih maju dibanding negara lain dalam dua sektor tersebut.

"Kuba saat ini mengembangkan gula yang diberikan Soekarno. Lalu, kopi luwak diproduksi di Vietnam. Padahal potensi itu banyak sekali di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, potensi lokal di Kota Ukir luar biasa tapi pengolahannya masih terbatas sehingga belum maksimal menunjang kesejahteraan masyarakat.

"Kami apresiasi kegiatan LIPI dan Komisi VII DPR RI ini. Kami siap bekerjasama. Soal kebun raya misalnya, pemkab memiliki lahan sekitar 100 hektar di bawah naungan perusda. Itu bisa dimaksimalkan untuk kegiatan tersebut," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Daryatmo juga membagikan bantuan bibit pohon buah kelengkeng untuk masyarakat Kota Ukir, Jepara. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help