TribunJateng/

Produk Mengandung Babi Boleh Dijual, Asalkan . . .

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Endang Pudjiwati, mengatakan, penjualan makanan mengandung babi sebenarnya tidak dilarang.

Produk Mengandung Babi Boleh Dijual, Asalkan . . .
tribun jateng/m syofri kurniawan
Pengunjung berbelanja produk mi instan asal Korea di Hypermart Java supermall, Jalan MT Haryono 992-994, Kota Semarang, Selasa (20/06/2017). BPOM Menyatakan, Semarang bebas mi dari Korea yang mengadung babi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Endang Pudjiwati, mengatakan, makanan yang mengandung babi sebenarnya tidak dilarang.

Namun, Endang mengungkapkan, produsen harus secara jelas menuliskan kandungan tersebut dalam komposisi bahan makanan di kemasan produk.

Selain itu, produsen juga harus memberi label merah gambar babi pada kemasan produk.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya umat islam, lebih baik memilih produk makanan yang sudah jelas ada label halal dari MUI agar tidak terjebak," imbaunya, Selasa (20/6/2017).

(Baca: BPOM Nyatakan Semarang Bebas Mi Asal Korea yang Mengandung Babi)

Sebelumnya, BPOM menarik peredaran empat mi instan asal Korea yang dijual di pasaran. Keempat mi instan tersebut adalah U-Dong, Shim Ramyun Black, mi instan rasa Kimchi, dan mi instan Yeul Ramen.

Hasil penelitian BPOM terungkap, keempatnya mengadung babi namun tak disebutkan dalam kemasan produk.

(Baca: Hypermart Java Supermall dan Aneka Jaya Bebas dari Mi Asal Korea Mengandung Babi)

Terkait temuan ini, BPOM Semarang menyatakan, keempat mi jenis tersebut tak ditemukan di Semarang. Kalaupun pernah ada, distributor telah menariknya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help