TribunJateng/

Punya Rekening Keuangan di Hongkong? Dirjen Pajak Kini Bisa Mengintipnya

Dirjen Pajak kini bisa mengintip rekening keuangan wajib pajak di Hongkong. Sebentar lagi, juga di Swiss, Macau, dan Singapura.

Punya Rekening Keuangan di Hongkong? Dirjen Pajak Kini Bisa Mengintipnya
net
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Dirjen Pajak terus berusaha mendapatkan informasi keuangan wajib pajak Indonesia di luar negeri. Anda yang memiliki rekening keuangan di Hongkong dan di Swiss, bakal tak luput dari pantauan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id mengatakan, Dirjen Pajak telah menandatangani Bilateral Competent Authority Agreement (BCAA) dengan Hong Kong. 

“Dirjen Pajak sudah menandatangani BCAA dengan Hong Kong. Kemudian, Swiss minggu depan. Lalu, Macau akan menyusul. Next, kita akan lakukan dengan Singapura,” kata wanita yang akrab disapa Ani ini di kantornya, Senin (19/6/2017) malam.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah menargetkan bisa mengumpulkan lebih dari Rp 185 triliun dari kegiatan ekstensifikasi pajak dari dalam maupun luar negeri.

Total lebih dari Rp 185 triliun ini, menurut dia, adalah ekstensifikasi di dalam, luar negeri, dan dilihat per sektoral. Ia mengatakan, ekstensifikasi ini berdasarkan apa yang sudah disisir dari data yang sudah diperoleh dari tax amnesty maupun sumber lain.

“Kami tidak membedakan subjek dan objeknya di dalam atau luar negeri. Jadi, kami lakukan ekstensifikasi dari apa yang kami bisa sisir,” katanya.

Adapun ekstensifikasi ini, menurut dia, termasuk juga penyisiran berdasarkan joint audit data antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai yang menyasar kepada importir dan eksportir yang mengelabui data perpajakan dari aktivitas ekspor atau impornya. (kontan/ghina ghaliya quddus)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id, Selasa (20/6/2017), dengan Judul: Indonesia Akan Tukar Informasi dengan Swiss

Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help