TribunJateng/
Home »

News

» Sains

HEBAT, 4 Mahasiswa Undip ini Temukan Alat Pemisah Air Tawar yang Tercemar Air Laut

Empat mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang berhasil merangkai sebuah alat untuk memisahkan air tawar dengan air laut

HEBAT, 4 Mahasiswa Undip ini Temukan Alat Pemisah Air Tawar yang Tercemar Air Laut
tribunjateng/humas Undip
Empat mahasiswa Undip berfoto bersama alat pemisah air tawar dan air garam 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang berhasil merangkai sebuah alat untuk memisahkan air tawar dengan air laut.

Teknologi pengolahan air tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan air sumur yang tercemar air laut.

Empat mahasiswa tersebut adalah Titik Tiyas Nofanda, dan Hafidz Nugroho yang berasal dari program studi (Prodi) Fisika angkatan tahun 2014.

Dua lainnya Yoyon Wahyono berasal dari Prodi Fisika tahun dan Istiqomah Budiyanto dari prodi, Matematika tahun 2014.

Di bawah bimbingan Dr Heri Sutanto, MSi Dosen, S1 Fisika Undip, mereka ingin memberikan solusi dari permasalahan umum, bahwa sumur masyarakat di pesisir pantai mengandung garam akibat air laut yang menyerap ke dalam tanah ketika terjadi rob.

Ketua tim, Titik Tiyas Nofanda mengatakan permasalahan masyarakat pesisir pantai adalah krisis air bersih untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) karena air sumur bercampur dengan air laut.

"Alat yang dikembangkan untuk mengolah air sumur masyarakat pesisir yang mengandung garam ini menggunakan metode elektrolisis filtrasi dan ozonasi untuk menghilangkan kandungan garam, kandungan partikel pengotor, dan bakteri berkurang," ujar Titik dalam press release, Selasa (4/7/2017).

Ia menjelaskan, air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5% yang artinya dalam 1 liter air laut terdapat 35 gram garam.

Dengan proses elektrolisis filtrasi, pemisahkan kandungan garam dari air dilakukan dengan menggunakan arus listrik yang dialirkan.

"Dari proses elektrolisis ini akan terlihat adanya garam yang memisah dan menjadi butiran kristal garam yang menempel pada sumber arus listrik yang terbuat dari bahan alumunium," imbuhnya.

Garam yang mengendap tersebut akan saring menggunakan lapisan dari batuan kecil, pasir silika dan pasir pantai.

"Dari hasil uji keasaman, dan uji daya hantar listrik, air yang telah diolah menggunakan teknologi ini mengalami peningkatan kualitas air," klaimnya.

Tim ini berharap karya mereka kedepannya dapat diaplikasikan dimasyarakat pesisir sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan pada masyarakat pesisir yang mengalami krisis air bersih. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help