TribunJateng/

Jelaskan Kisruh Warisan Keluarga, PM Singapura Pidato di Perlemen

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan, tidak akan menuntut saudara-saudaranya yang menuduh dia menyalahgunakan kekuasaan.

Jelaskan Kisruh Warisan Keluarga, PM Singapura Pidato di Perlemen
AFP
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengungkap masalah keluarga di pidato parlemen, Senin (3/7/2017). 

TRIBUNJATENG.COM - Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan, tidak akan menuntut saudara-saudaranya yang menuduh dia menyalahgunakan kekuasaan.

Hal tersebut disampaikan dalam pidato di parlemen, Senin (3/7/2017), menyusul sengketa sengit secara terbuka antara dia dengan seorang saudara pria, bersama saudara perempuan lain.

Keduanya menuduh perdana menteri menyalahgunakan pengaruhnya dalam perdebatan tentang rumah milik ayah mereka, mantan perdana menteri Lee Kuan Yew.

PM Lee Hsien Loong sudah beberapa kali membantah tuduhan tersebut dan mengulangnya kembali dalam pidato di parlemen hari Senin dengan menyebutnya 'tidak berdasar'.

Dia dan mendiang ayahnya terkenal dengan langkah menuntut ke pengadilan para pengkritik maupun lawan politik lewat tuduhan mencemarkan nama baik.

Dalam pidatonya di parlemen, PM Lee mengatakan banyak yang bertanya kenapa kali ini dia tidak menempuh langkah hukum dan mengaku pasti akan mengambil langkah itu dalam 'situasi yang bisa terbayangkan' selain yang satu ini.

"Namun menuntut saudara pria dan perempuan saya sendiri di pengadilan akan menodai lebih lanjut nama orang tua saya," jelasnya dan menambahkan bahwa gugatan hukum akan menyebabkan 'lebih banyak gangguan dan kesusahan' bagi masyarakat.

Bagaimanapun pemimpin kubu oposisi, Low Thia Khiang, mengatakan dengan tidak membawa kasus ini ke pengadilan akan memberi kesan pemerintah 'takut dengan yang akan dikatakan atau diungkapkan saudara-saudara Lee'.

Sengketa terbuka di antara sesama anggota keluarga dinasti penguasa Singapura ini amat jarang terjadi karena mereka biasanya amat disiplin.

Rumah mendiang mantan PM Lee Kuan Yew di 38 Oxley Road yang menjadi sengketa ketiga anaknya.
Rumah mendiang mantan PM Lee Kuan Yew di 38 Oxley Road yang menjadi sengketa ketiga anaknya. (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Selama tiga pekan belakangan, Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling, melancarkan tuduhan atas saudara mereka di Facebook dan awalnya warga Singapura tampak terpesona namun lama-lama merasa lelah dengan pertengkaran tersebut.

Sumbernya adalah wasiat dari mendiang Lee Kuan Yew yang ingin agar rumahnya di 38 Oxley Road dihancurkan dan tidak perlu dijadikan semacam museum atau demi kepentingan kenangan sejarah lainnya.

Namun kedua saudara PM Lee Hsien Loong menuduh dia ingin mempertahankan rumah tersebut demi kepentingan politiknya

"Menyangkut rumah dan bagamana hal itu bisa meningkatkan aura saya sebagai PM, jika memang saya membutuhkan barang ajaib untuk mengangkat otoritas saya setelah menjadi perdana menteri selama 13 tahun, pastilah saya berada dalam keadaan yang amat buruk," katanya di parlemen Singapura.

Dia juga membantah tuduhan nepotisme terkait putra dan istrinya, yang menjabat pimpinan puncak badan investasi milik negara, Temasek Holdings. (BBC Indonesia)

Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help