TribunJateng/

Korupsi e KTP

GANJAR Diperiksa KPK Soal Proyek e-KTP, Begini Ekspresi Wajahnya

GANJAR Diperiksa KPK Soal Proyek e-KTP, Begini Ekspresi Wajahnya.Menurut Ganjar, dia mengaku sudah dikonfrontasi oleh penyidik KPK, Novel Baswedan

GANJAR Diperiksa KPK Soal Proyek e-KTP, Begini Ekspresi Wajahnya
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
DIPERIKSA KPK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membantah menerima uang 520.000 dolar Amerika Serikat dari hasil korupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau E-KTP tahun anggaran 2011‑2012. Menurut Ganjar, dia mengaku sudah dikonfrontasi langsung oleh penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Enggak. Enggak karena dulu saya sudah pernah dikonfrontir langsung. Saya dikonfrontir waktu itu oleh Pak Novel. Apa saudara si pemberi uangnya itu ngasih? 'Tidak, kalau Pak Ganjar tidak'. Saya lega," kata Ganjar.

Ganjar memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Selain Ganjar, pada hari yang sama, KPK juga memeriksa Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. Pada saat proyek E-KTP, Ganjar menjabat sebagai wakil ketua Komisi II DPR, sedangkan Olly ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR.

DIPERIKSA KPK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.
DIPERIKSA KPK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Nama Ganjar memang kerap disebut menerima hasil merampok anggaran E-KTP. Walau telah membantahnya di persidangan, jaksa penuntut umum pada KPK tetap memasukkan nama Ganjar tetap sebagai penerima dalam surat tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Mengenai hal itu, Ganjar mempercayakan nasibnya kepada majelis hakim yang akan memutus perkara tersebut.

"Sekarang majelis hakim yang akan memutuskan. Maka sekali lagi saya katakan, saya bahagia waktu dikonfrontir oleh Pak Novel waktu itu. Orang yang diceritakan memberi uang itu ternyata kalau Pak Ganjar tidak. Itu saja kemudian saya sampaikan," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Sekadar informasi, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Ganjar mengaku tidak pernah menerima uang dari korupsi E‑KTP.

Walau demikian, dia mengaku pernah ditawari uang oleh Miryam S Haryani, anggota Komisi II DPR 2009‑2014
Ganjar disebut mendapat bagian 520 ribu dolar AS atau setara Rp 4,7 miliar (saat itu dolar AS setara Rp 9.100).

Ganjar hari ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Narogong. Andi pada tuntutan Irman dan Sugiharto disebut sebagai salah satu otak dari korupsi e‑KTP.

"Telah terjadi kerja sama yang erat dan sadar yang dilakukan para terdakwa dengan Setya Novanto, Diah Anggraini, Drajat Wisnu, Isnu Edhi dan Andi Agustinus alias Andi Narogong," ujar jaksa KPK Mufti Nur Irawan.

DIPERIKSA KPK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.
DIPERIKSA KPK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Dua Gubernur Diperiksa KPK

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan E-KTP tahun anggaran 2011‑2012. Kedua gubernur dari PDI Perjuangan itu akan dimintai keterangannya untuk tersangka Andi Narogong.
"Masih diminta sebagai saksi untuk Andi Narogong," kata Ganjar.

Ganjar mengaku tidak mengenal Andi Narogong. Dia menyatakan, sebenarnya sudah pernah memberikan penjelasan mengenai megakorupsi E-KTP tersebut. Namun, sebagai bekas pimpinan Komisi II, Ganjar mengatakan akan memberikan penjelasan lagi.

DIPERIKSA KPK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.
DIPERIKSA KPK - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7). Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

"Sudah tak (saya) jelasin kok. Tapi ya pernah menjadi pimpinan Komisi II, jadi ngasih penjelasan," kata dia.
Sementara itu kedatangan Olly tidak berselang lama dengan kedatangan Ganjar. Olly hanya berkomentar singkat mengenai pemanggilannya. Dia mengaku tidak tahu terkait pemeriksaannya itu. "Saya tidak tahu," kata dia.

Jika Ganjar disebut menerima uang 520 ribu dolar AS dari proyek E-KTP, dalam surat tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto, Olly Dondokambey disebut mendapatkan 1,2 juta dolar AS. Saat proyek E-KTP berlangsung, Olly menjabat sebagai ketua badan anggaran DPR. (Tribun Network/eri/wly)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help