TribunJateng/

Sambal di Restoran-restoran Mahal di Meksiko Ini Terbuat Dari Semut Loh, Mau Coba?

Berkunjung ke Meksiko di bulan Maret-Mei, jangan lupa mencicipi sambal semut terbang. Sambal ini diolah dari serangga yang muncul 2 hari dalam setahun

Sambal di Restoran-restoran Mahal di Meksiko Ini Terbuat Dari Semut Loh, Mau Coba?
NIKHOL ESTERAS via BBC Indonesia
Membuat sambal semut sekilas tak berbeda dengan sambal kebanyakan, dibuat dengan cabai dan bawang putih. 

TRIBUNJATENG.COM - Setiap musim semi, pada bulan Maret hingga Mei, warga Oaxaca di Meksiko selatan menunggu kedatangan chicatana, semut terbang. Kenapa? Karena semut-semut terbang ini akan diolah menjadi sambal yang disajikan restoran-restoran mahal di sana.

"Seperti hujan semut. Mereka jatuh dari langit, Anda bisa mengambilnya dalam jumlah banyak, kemudian memanggangnya (untuk dimakan)," kata Gabriel Hernandez Cruz, seorang guru di pinggiran Oaxaca.

Cruz dan warga di Oaxaca setia menunggu chicatana, serangga berwarna cokelat kemerah-merahan yang biasanya meninggalkan sarang pada dini hari. "Mereka tak sulit untuk ditangkap," kata Cruz yang mencari chicatas sebelum fajar.

"Gerak mereka lambat dan mudah jatuh ke tanah. Anak-anak senang berlarian menangkap serangga ini."

Setiap kali musim chicatana tiba, semua orang merasa senang. Uniknya, chicatana hanya datang selama dua hari. Jadi, bisa dipahami kalau warga menunggu-nunggu serangga ini.

Juru masak dari kota kecil La Canada, Ricardo Arellano, masih ingat bagaimana ibunya menyajikan semut terbang yang dipadu dengan tortilla. Kadang, ibunya juga membuat sambal dari serangga ini.

Bagaimana proses pembuatannya?
Di dapur restoran Criollo milik pesohor Enrique Olvera, Arellano menunjukkan cara menyiapkan sambal semut terbang berdasarkan resep dari sang ibu.

Harga semut terbang termasuk mahal, sekitar Rp600.000 per setengah kilogram.
Harga semut terbang termasuk mahal, sekitar Rp600.000 per setengah kilogram. (NIKHOL ESTERAS)

Rp 620.000 per setengah kilo
Ia memulai dengan memanggang semut, seluruh bagian dipanggang termasuk sayap. Ia kemudian memanggang daun alpukat dan cabai sebelum menambahkan bahan-bahan lain seperti bawang putih mentah ke dalam molcajete, cobek tradisional ala Meksiko.

Saat sambal semut terbang ini dimakan dengan tortilla jagung segar, kesan pertama yang muncul adalah tidak terlalu lembut, renyah, dan ada bau bawang putih. Bisa dikatakan, sangat kompleks padahal bahan yang dipakai tak terlalu banyak.

Rasa serangga yang intens mengingatkan kita dengan keju asap.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help