TribunJateng/

WOW! Empat Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera Berkeliaran di Pulau Ini

Budi mengatakan Macan Tutul Jawa merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa

WOW! Empat Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera Berkeliaran di Pulau Ini
istimewa
Macan tutul jawa tertangkap kamera BKSDA Jateng diCagar Alam Nusakambangan Timur, Pulau Nusakambangan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumor di tengah masyarakat jika Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) masih ada di Pulau Nusakambangan ternyata benar adanya.

Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jateng berhasil membuktikan rumor tersebut.

Pada 22 Mei-9 Juli 2017, staf fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Polisi Hutan (Polhut) BKSDA Jateng yang dikomandoi Rahmat Hidayat yang berkedudukan di Resort Konservasi Wilayah Cilacap (Seksi Wilayah Konservasi II Pemalang), memasang kamera jebakan (Camera Trap) untuk memantau keberadaan Macan Tutul Jawa di Cagar Alam Nusakambangan Timur, Pulau Nusakambangan.

Hasilnya, keberadaan empat Macan Tutul Jawa tertangkap kamera dengan dua fase gelap dan fase terang.

"Tiga Macan Tutul tertangkap dalam fase gelap, sedangkan seekor tertangkap dalam fase terang. Tertangkapnya gambar macan tutul tersebut sekaligus membuktikan rumor yang beredar bahwa kehadiran macan tutul jawa masih ada di Pulau Nusakambangan," ujar Budi Santoso, pejabat PEH Muda BKSDA Jateng saat dihubungi Tribun Jateng, Selasa (11/7).

Budi mengatakan Macan Tutul Jawa merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa.

Meskipun langka, namun di pulau Jawa penyebarannya masih terdeteksi pada kantong-kantong hutan yang tersebar sepanjang pulau Jawa.

Keberadaan Macan Tutul Jawa yang semakin menyusut membuat BKSDA Jateng terus melakukan upaya pemantauan kehadirannya.

Hal ini disebabkan hilangnya habitat hutan, penangkapan liar, serta daerah dan populasi di mana hewan ini ditemukan sangat terbatas.

Halaman
12
Penulis: galih permadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help