TribunJateng/

Di Magelang,Ganjar Takjub saat Salat di Masjid Mirip Kelenteng,Ternyata Ada Kisah Unik di Baliknya

Yang membuat ia kagum, masjid ini dibangun dengan arsitektur mirip kelenteng yang bernama Masjid Al Mahdi

Di Magelang,Ganjar Takjub saat Salat di Masjid Mirip Kelenteng,Ternyata Ada Kisah Unik di Baliknya
Tribun Jateng/M Nur Huda
Masjid Kelenteng magelang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Di sela kunjungan kerja di Kota Magelang, Rabu 12/7/2017), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan beribadah salat dzuhur di salah satu masjid di kota tersebut.

Yang membuat ia kagum, masjid ini dibangun dengan arsitektur mirip kelenteng yang bernama Masjid Al Mahdi.

"Saya mampir sebagai musafir, mampir melihat bangunan baru luar biasa," ujarnya pada takmir masjid tersebut yang juga Ketua RT setempat, Suprayitno, usai salat dzuhur.

Pada masjid yang ada di Jalan Delima Raya Nomor 42, RT 02 RW 02 Keramat utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang ini, Ganjar mengutarakan, selain keindahan arsitekturnya, juga diharap memancarkan pesan sosial keagamaan, pesan kemanusiaan, dan pesan persaudaraan.

"Saya berharap masjid ini memberi kebaikan, mengajak umat berbuat baik. Kalau ada orang sakit nggak perlu ditanya agamanya apa, tolong saja. Masjid juga mudah-mudahan pintunya tidak digembok, agar orang bisa datang tiap saat," katanya.

Selain sebagai tempat ibadah, menurut Ganjar, masjid ini juga bisa jadi destinasi wisata religi yang menarik. Setidaknya orang dapat beribadah kemudian setelahnya bisa berfoto-foto.

"Mudah-mudahan orang yang datang ke sini bisa mendapat keberkahan dan dapat memberi kebaikan untuk orang lain," harapnya.

Adapun masjid ini, dibangun dan diberi nama Al Mahdi disesuaikan dengan nama sang pewakaf tanah, Mahdi. Mahdi merupakan mualaf keturunan tionghoa.

Bentuk fisik bangunan dari atap, menara masjid ini mirip dengan kelenteng. Warna catnya pun didominasi warna merah. Di beberapa titik bisa ditemukan lampion yang juga berwarna senada, namun bertuliskan Asmaul Husna.

Pada langit-langit untuk ventilasi udara yang berada di dinding bangunan tersebut berbentuk lingkaran berlubang. Sedangkan bagian atap dicat wana hijau.

"Ini bagus banget dari segi kultural. Ternyata pak Mahdi adalah mualaf dan masjidnya dibangun kurang dari setahun. Saya kira keikhlasannya akan memberi pesan relasi antar manusia, antar warga bangsa, bisa terwujud. Sehingga Islam sebagai rahmatan lil alamin bisa diwujudkan dalam hubungan manusia sosialnya," katanya.

Sementara itu, Suprayitno menambahkan, warga di komplek ini 50 persen keturunan Tionghoa dan 50 persen Jawa. Namun toleransinya terjaga dengan baik.

"Terimaksih Pak Gubernur sudah jadi imam salat dzuhur di masjid ini," ujarnya. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help