TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Mikro

GINSI Berperan Dorong Ekspor yang Kini Masih Defisit di Jateng

Sekretaris Disperindag Jawa Tengah, Ratna Kawuri mengatakan, sejumlah industri manufaktur di Jateng masih ketertegantungan bahan baku dari luar negeri

GINSI Berperan Dorong Ekspor yang Kini Masih Defisit di Jateng
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sekretaris Disperindag Jawa Tengah, Ratna Kawuri (kiri) membuka halal bihalal dan Rakerda GINSI Jateng, di Hotel Grasia Semarang, Kamis (13/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah menilai peran serta Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi sangatlah besar.

Sekretaris Disperindag Jawa Tengah, Ratna Kawuri mengatakan, sejumlah industri manufaktur di Jateng masih ketertegantungan bahan bakunya dari luar negeri.

Sehingga, tanpa adanya bahan baku penyokong dari luar negeri maka industri di Jateng pun tidak bisa berkembang.

"Mau tidak mau kita impor, karena tidak semua bahan bakunya tersedia di sini. Tapi memang pada satu sisi bagaimana pun kita juga mendorong kinerja ekspor," jelas dia, disela-sela halal bihalal GINSI Jateng, di Hotel Grasia Semarang, Kamis (13/7/2017).

Ratna mengatakan, kinerja ekspor-impor selama lima tahun ke belakang dari 2010-2015 mengalami defisit.

Sedangkan Jawa Tengah mengalami surplus pada tahun 2016 yang mencapai angka 118 juta dolar Amerika.

"Tapi sampai pertengahan tahun 2017 ini, masih mengalami defisit sekitar 136,2 juta dolar Amerika," kata dia.

Dia mengaku, terus berupaya untuk mendorong ekspor di Jawa Tengah yang tidak lepas dari peran GINSI Jawa Tengah.

"Sesuai dengan tema kali ini, peningkatan SDM importir juga sekaligus peran GINSI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ucap dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help