TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Makro

Kalau Impor Terkendala Peraturan Menteri, Industri di Jateng Bisa Terganggu

Ada sejumlah produk yang memerlukan izin khusus dari Kementerian Perdagangan, antara lain besi, plastik, dan produk hutan.

Kalau Impor Terkendala Peraturan Menteri, Industri di Jateng Bisa Terganggu
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
. Sekretaris Disperindag Jateng, Ratna Kawuri, menerima kenang-kenangan dari Ketua GINSI Jateng, Budiatmoko, Kamis (13/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah mengharapkan penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no 182/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman tidak mengganggu kondisi industri manufaktur Jawa Tengah.

Harapan itu disampaikan Ketua BPD GINSI Jateng Budiatmoko di sela-sela halal bihalal dan Rakerda di Hotel Grasia Semarang, Kamis (13/7/2017).

"Importasi di Jateng ini sangat penting. Sebanyak 90 barang yang diimpor merupakan bahan baku industri yang diolah menjadi barang jadi untuk diekspor," jelas dia.

Sisanya 10 persen merupakan bahan jadi di luar kepentingan industri di Jawa Tengah.

"Jadi kalau ada barang yang sudah masuk ke sini, akan bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Jateng," jelas dia.

Koko, sapaannya, menjelaskan ada sejumlah produk yang memerlukan izin khusus dari Kementerian Perdagangan, antara lain besi, plastik, dan produk hutan.

Oleh karena itu, Rakerda 2017 pun bertemakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng.

"Kami ingin importir dapat meningkatkan pengetahuan sehingga ke depan tak ada kendala dalam mengurus izin importasi. Jadi industri di Jateng tidak ikut terganggu," jelas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help