TribunJateng/

Ototren

Pendingin Udara Mobil Mendadak Mati Gara-gara Ngefong? Begini Cara Memperbaikinya

Penyejuk udara atau air conditioning (AC) sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan pada komponen mobil.

Pendingin Udara Mobil Mendadak Mati Gara-gara Ngefong? Begini Cara Memperbaikinya
tribunjateng/firna larasanti
Mekanik Bengkel Suzuki Semarang sedang mengecek kondisi Mobil pelanggan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Penyejuk udara atau air conditioning (AC) sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan pada komponen mobil.

Fasilitas AC ini menunjang kenyamanan bagi pengendara.

Terlebih bila di luar ruangan atau udara terbuka, cuaca sedang panas.

Agar AC ini senantiasa berfungsi optimal, maka perlu pengecekan secara berkala.

Jika tidak, maka masalah pada AC mobil akan muncul, seperti ngefong atau meleleh.

Teknisi Bengkel Arris AC Mobil, Nur Hadi, masalah tidak berfungsinya AC mobil yang mendadak mati ada yang disebabkan oleh sekering yang panas, membuatnya menjadi meleleh (ngefong) karena kepanasan.

“Yang menyebabkan sekering menjadi ngefong, biasanya ada masalah pada blower atau kompresornya, sehingga membuat sekering AC ngefong, hingga tidak berfungsi mengeluarkan udara dingin,” jelas laki-laki yang akrab disapa Didik itu.

Selanjutnya, Didik pun mengambil langkah-langkah yakni yang pertama melakukan kontrol pada kompresor dan blower AC.

Kemudian, oli kompresor harus dilakukan penggantian, setelah itu barulah freon AC diisi kembali.

“Jika tidak dilakukan pengecekan berkala, seperti yang saya sebutkan tadi, maka kompresor AC akan kembali cepat panas, yang dampaknya bisa menjalar ke arus listrik, sehingga menyebabkan sekering kembali tidak berfungsi, karena panas tersebut (ngefong),” jelas Didik.

Masalah seperti AC yang tiba-tiba tidak berfungsi seperti ini, dijelaskannya sering terjadi pada mobil yang tidak rutin melakukan pengontrolan pada AC secara berkala.

“Selain itu, penyebab lainnya adalah seringnya mobil yang jarang dilakukan pemanasan mesin, sehingga membuat oli menjadi kental, dan tingkat kekentalan oli semakin meningkat, sehingga akan membuat kinerja oli tidak maksimal. Oleh karena itulah, kompresor dan spare part pada mesin akan menjadi cepat panas, sehingga membuat sejumlah komponen di mesin mobil menjadi panas, dan ngefong atau meleleh,” paparnya.

Dari beberapa komponen yang panas tersebut, lanjut Didik, akan membuat magnet serta beberapa kotoran mesin lainnya mampu menempel pada kompresor AC.

Hal ini mampu membuat beberapa bagian di AC menjadi cepat panas, hingga membuat AC tidak berfungsi dengan baik.

”Efeknya pun panas tersebut bisa menjalar ke kabel-kabel listrik, bahkan sekering sekaligus, yang membuat sekering menjadi panas, dan ngefong tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya memang tidak hanya mesin yang dilakukan pengecekan berkala, namun juga bagian lainnya, misalnya seperti sistem kelistrikan mesin, bahkan AC sekaligus,” pungkasnya. (tribunjateng/cetak/hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help