TribunJateng/

4 Negara di Benua Afrika Pesan Kapal Buatan PT PAL Indonesia

PT PAL Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor galangan kapal tengah mengembangkan produksi kapal tempur mereka ke negara-negara ASEAN

4 Negara di Benua Afrika Pesan Kapal Buatan PT PAL Indonesia
TRANSKO ARAFURA
Salah satu kapal tanker milik PT Pertamina Trans Kontinental 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT PAL Indonesia (Persero) yang bergerak di sektor galangan kapal tengah mengembangkan produksi kapal tempur mereka ke negara-negara ASEAN hingga Afrika.

Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh menyebutkan negara-negara seperti Nigeria, Senegal, Guyana Bissau, dan Gabob sudah memesan beberapa kapal.

Nigeria memesan kapal jenis SSV (Sealoft Vessel), Senegal memesan kapal landing platform dock (PLD), dua kapal cepat rudah (KCR) 35 meter dan tiga unit KCR 60 meter.

Sedangkan Guyana Bissau dan Gabon memesan jenis kapal yang sama yakni KCR 60 meter.

"Untuk itu kita butuh dukungan dari pemerintah kita karena kan ekspor lisence. Barang-barang ini kan kontrol ya, tentu nanti kerja sama dengan kementerian pertahanan juga," ungkap Budiman Saleh saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kamis (14/7/2017).

Negara-negara tersebut mulai melirik kapal buatan PT PAL Indonesia karena melihat kapal milik Filipina jenis SSV dengan panjang 123 meter dan lebar 21,5 meter yang diproduksi PT PAL.

"Orang melihat Filipina menggunakan SSV 123 meter. Itu jadi daya tarik. Magnet buat negara-negara ASEAN lainnya," ungkap Budiman Saleh.

Filipina pun akan kembali menambah pesanan dengan rincian dua kapal SSV, 1 SSV Hospital Ship, dan 2 kapal jenis KCR 60 meter.

Negara di kawasan ASEAN yang juga memesan kapal di PT PAL adalah Malaysia yang memesan kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan kapasitas muatan hingga lima helikopter.

Pemesanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan utilisasi galangan perseroan yang per april 2017 baru mencapai 15 persen.

"Saat ini kapasitas, saat saya masuk April, kapasitas cuma 10 sampai 15 persen. Sangat menyedihkan. Maka harus digenjot dari sisi pemasarannya, dengan begitu ada pekerjaan, ada geliat perusahaan," kata Budiman Saleh. (*)

Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help