TribunJateng/
Home »

Bisnis

» Makro

Puasa Ramadan dan Libur Lebaran Dongkrak Kegiatan Usaha di Jateng

Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, penggunaan tenaga kerja juga mengalami perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Puasa Ramadan dan Libur Lebaran Dongkrak Kegiatan Usaha di Jateng
SHUTTERSTOCK

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) pada triwulan II-2017 di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan triwulan I-2017 saldo bersih tertimbang (SBT) hanya 14,24 persen.

Pada triwulan II-2017, SBT mengalami peningkatan menjadi 36,75 persen.

"Peningkatan kegiatan usaha terjadi pada sebagian besar sektor. Peningkatan tertinggi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan SBT sebesar 9,93 persen," kata dia, dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Jumat (14/7/2017).

Kemudian disusul sektor jasa dengan SBT 9,59 persen dan sektor industri pengolahan SBT 8,36 persen.

Angka SBT tersebut merupakan selisih antara persentase responden yang menjawab "meningkat" atau 'menurun' dikalikan dengan bobot sektor atau sub sektor usahanya

"Peningkatan tersebut disebabkan karena tingginya permintaan dalam negeri yang didorong oleh faktor musiman berupa kegiatan Ramadan dan Idulfitri," jelas dia.

Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, penggunaan tenaga kerja juga mengalami perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

SBT penggunaan tenaga kerja yang pada triwulan I-2017 sebesar -11,61 persen meningkat menjadi -6,21 persen pada triwulan II-2017.

Perbaikan penggunaan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan SBT sebesar 3,3 persen.

"Responden mengonfirmasi bahwa penambahan jumlah tenaga kerja didorong meningkatnya produksi dan perluasan usaha," jelas dia.

Memasuki triwulan III-2017, kegiatan usaha diperkirakan tumbuh terbatas yang tercermin dari SBT yang menurun menjadi sebesar 28,97 persen.

"Hal ini sejalan berakhirnya faktor musiman Ramadan dan libur Idulfitri yang berdampak terhadap kegiatan usaha pada sebagian besar sektor lapangan usaha. Terutama sektor jasa-jasa, perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor industri pengolahan," ucap dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help