TribunJateng/

KREATIF, Mahasiswa Undip Ubah Daun Cabai Rawit Jadi Krim Kecantikan Antijerawat

ovasi dan kreatifitas ditunjukkan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip). Kali ini mereka menciptakan cream berbahan daun cabe rawit.

KREATIF, Mahasiswa Undip Ubah Daun Cabai Rawit Jadi Krim Kecantikan Antijerawat
ISTIMEWA/HUMAS UNDIP
Chaca Ramadhani, Feby Kumala Sari, Annisa Fadillah dan Syifa Shidqi Putri, mahasiswi Jurusan Kesehatan Masyarakat berhasil menciptakan cream berbahan daun cabe rawit yang diklaim mamu mengatasi bisul dan jerawat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Inovasi dan kreatifitas ditunjukkan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).

Kali ini mereka menciptakan cream berbahan daun cabe rawit.

Apa manfaatnya?

Adalah Chaca Ramadhani, Feby Kumala Sari, Annisa Fadillah dan Syifa Shidqi Putri, mahasiswi Jurusan Kesehatan Masyarakat berhasil menciptakan cream berbahan daun cabe rawit yang diklaim mamu mengatasi bisul dan jerawat.

Merek cream diberi nama CD CAT ULAT yang merupakan akronim dari Cream Daun Cabe Rawit Anti Bisul dan Jerawat.

Krim Cabai Rawit
Krim Cabai Rawit (ISTIMEWA)

Chacha mengatakan terciptanya cream berbahan daun cabe rawit dilatarbelakangi belum adanya pemanfaatan daun cabe rawit yang selama ini hanya terbuang percuma.

“Tanaman cabe rawit produktif satu hingga dua tahun. Setelah itu tanaman harus diganti dengan baru. Daun-daunnya hanya terbuang percuma tidak dimanfaatkan. Kami coba berinovasi membuat cream berbahan cabe rawit,” kata Chacha kepada Tribun Jateng, Jumat (14/7).

Daun cabe rawit, kata Chacha, mengandung Saponin dan Tannin yang dapat membunuh mikroba penyebab bisul dan jerawat, sedangkan senyawa Plavanoid mampu menggantikan kulit rusak akibat mikroba dengan sel baru.

Selain mengatasi bisul dan jerawat, cream juga dapat menjaga kesehatan kulit dan menyembuhkan bekas bisul atau jerawat.

“Selain daun cabe rawit, bahan cream terbuat dari campuran bubuk beras, minyak zaitun dan beberapa bahan lain. Cara pemakaian hanya dengan cara mengoleskan cream pada bisul atau jerawat dan membilasnya dengan air hangat. Tidak akan perih dan ada sensani dingin mentol. Hingga kini belum ada komplain adanya efek samping,” ungkapnya.

Chacha Cs telah memasarkan cream tersebut di wilayah Semarang dan Jabodetabek seharga Rp 20.000. Sejak Mei hingga sekarang produksi telah mencapai sekitar 700 cream yang dijual per 12,5 gram.

“Dalam sekali produksi 30 cream kami membutuhkan daun sekitar 20 gram daun cabe rawit yang dihaluskan. Hingga kini sudah terjual sebanyak 500 cream,” jelasnya.

Daun cabe rawit disuplai dari petani di Gunungpati dan Tembalang. Setiap produksi 200 hingga 300 cream per bulan dibutuhkan sekitar 8-10 kilogram.

“Kami juga tanam cabai di dalam pot-pot. Daun yang kami pakai hanya daun cabai cabe rawit,” tandasnya.

Chacha dan kawan-kawan sedang mengusahakan produknya mendapatkan sertifikat dari BPOM. “Kami ingin kembangkan menjadi badan usaha dan berkembang menjadi bisnis yang mampu menyerap tenaga kerja dan memberikan tambahan penghasilan bagi petani cabai rawit,” ujarnya.(Tribunjateng/cetak/Galih Permadi)

Penulis: galih permadi
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help