TribunJateng/

Mahasiswa Undip Ajarkan Penyandang Disabilitas Berwirausaha Batik

Mahasiswa Undip Ajarkan Penyandang Disabilitas Berwirausaha Batik di jalan Seteran Utara No 2 Semarang, Jawa Tengah.

Mahasiswa Undip Ajarkan Penyandang Disabilitas Berwirausaha Batik
tribunjateng/hermawan endra
Mahasiswa Undip Ajarkan Penyandang Disabilitas Berwirausaha Batik di jalan Seteran Utara No 2 Semarang, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Indonesia adalah Negara yang memiliki banyak sekali penduduk. Indonesia menempati urutan ke 4 sebagai Negara berpenduduk terbanyak di dunia.

Ini yang menyebabkan betapa tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, selain penduduknya yang banyak, kurangnya lapangan pekerjaan dan kreatifitas masyarakatnya juga menjadi faktor penyebabnya.

Tidak terkecuali masyarakat disabilitas yang ada di Indonesia. Jika orang yang hidup normal saja sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik.

Ini yang mendorong Fadel Muhammad Sulthon dan kawan kawan yang tergabung dalam 1 Tim PKM yang melakukan kegiatan pelatihan kewirausahaan melalui program PKM Pengabdian Masyarakat. Melalui pelatihan batik ikat celup.

Dalam siaran tertulis, Sabtu (15/7) Fedel menjelaskan, pelatihan pkm ini bertujuan untuk melatih kreatifitas anak anak disabilitas serta sekaligus melatih mereka untuk berwirausaha dalam bidang batik ikat celup.

Dipilihnya wirausaha batik untuk membantu para masyarakat disabilitas? Mereka menyatakan bahwa saat ini berwirausaha adalah hal yang bisa dilakukan semua orang, bahkan masyarakat disabilatas pun bisa jika mereka mau berusaha dengan sungguh sungguh.

"Para masyarakat disabilitas ini juga sudah mendapatakan pelatihan khusus tentang membatik di sekolah mereka setiap seminggu sekali," ujar Fadel.

Itu juga yang menjadi pendorong mengapa kelompok PKM yang beranggotakan oleh fadel, Irma, Tri, Reza, dan Indri ini mau mengangkat tema wirausaha batik untuk masyarakat disabilitas.

Untuk program PKM ini, mereka melakukan pelatihan di sekolah SLB/B Swadaya yang terletak di jalan Seteran Utara No 2 Semarang, Jawa Tengah.

Peserta pelatihan mereka ini adalah siswa SLB/B tersebut yang berada di tingkat SMP dan SMA. Mereka berharap, dengan adanya program PKM ini masyarakat disabilitas bisa lebih percayadiri dalam menuangkan kreatifitas mereka.

Tidak hanya berkarya, bahkan mereka bisa sekaligus memasarkan produk mereka sendiri ke pasar nasional maupun internasional.

Dengan adanya PKM ini, mereka juga berharap bisa mensejahterakan para masyrakat disabilitas yang kebanyakan sudah menyerah dalam menjalankan hidup. Terlebih lagi terdapat banyak tekanan yang datang dari luar maupun dalam kehidupan sebagai masyarakat yang memiliki kekurangan fisik.

Dengan adanya PKM ini mereka berharap dapat membantu anak anak penyandang disabilitas di Indonesia, khususnya di wilayah semarang. Dan mereka juga berharap agar PKM ini bisa sukses untuk mensejahterakan para siswa disabilitas dan dapat memotifasi mereka khususnya dalam bidang kewirausahaan. (*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help