TribunJateng/

Manajemen Inul Vizta: Room Dua Memang Disewa Dua Pria dan Empat Wanita

Ruangan 2 memang disewa oleh enam orang tamu, terdiri dari dua pria dan empat perempuan.

Manajemen Inul Vizta: Room Dua Memang Disewa Dua Pria dan Empat Wanita
Instagram
Inul Daratista 

TRIBUNJATENG.COM - Manajemen karaoke Inul Vizta Kediri punya versi tersendiri mengenai penggerebekan yang dilakukan petugas Polda Jatim pada Kamis (13/7) malam lalu.

"Kejadian di room 2 itu menjelang closing (tutup) pukul 00.30 WIB. Ada rombongan tamu 7 sampai 9 orang, terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak," jelasnya Windi Kadiatri, perwakilan managemen Inul Vizta Kediri, Jumat (14/7).

Kepada petugas karaoke, tamu tengah malam itu menjelaskan ingin menemui temannya yang saat itu sedang berkaraoke di room 2. "Ibu-ibu itu sudah tahu temannya di room berapa," jelasnya.

Ruangan 2 memang disewa oleh enam orang tamu, terdiri dari dua pria dan empat perempuan. Mereka booking ruangan pada pukul 22.00. "Apa yang terjadi di dalam room sudah di luar kewenangan kami," jelasnya.

Windi juga mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui rombongan yang baru datang menjelang closing itu merupakan petugas dari Polda Jatim. "Rombongan dari Polda ini memang bertujuan mencari tamu yang berkaraoke di tempat kami," jelasnya.

Ditambahkan Windi, pihaknya membantah telah menyediakan penari telanjang dan minuman keras (miras) di karaoke Inul Vizta. "Kami karaoke keluarga tidak menyediakan perempuan pendamping dan minuman alkohol," tambahnya.

Menurutnya, apabila ada tamu yang membawa perempuan dan minuman alkohol ke dalam room sudah bukan kewenangan managemen. Petugas karaoke, kata Windi, tidak mungkin menanyakan perempuan yang dibawa ke tempat karaoke itu siapa.

"Miras kami tidak menyediakan. Biasanya tamu membawa minuman sendiri dari luar," jelasnya. Diakui Windi, dari pihak Inul Vizta ada 4 orang yang dimintai keterangan di Polda Jatim yaitu manager, sekuriti, kasir, dan waitress.

Menanggapi rencana Walikota Kediri yang bakal menutup Karaoke Inul Vizta, Windi mempersilakan jika memang terbukti melanggar. "Kalau mencabut sesuatu pasti ada dasarnya. Kalau dasarnya tidak kuat saya yakin pemerintah tidak akan gegabah," ujarnya.

Saat ini manajemen Inul Vizta Kediri sedang berkoordinasi dengan pihak penasihat hukum untuk bersikap terkait kejadian tersebut. (tribunjateng/cetak/surya/dim)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help